Ketika Rafael Benitez marah besar

Rafael Benitez
Keterangan gambar, Rafael Benitez diangkat untuk menggantikan Roberto Di Matteo.

Banyak pihak di Inggris kaget melihat wawancara Rafael Benitez pada Rabu malam (27/02) usai menyingkirkan Middlesbrough di Piala FA.

Benitez yang biasanya banyak mengumbar senyum -meski timnya sedang tidak tampil bagus- <link type="page"> <caption> dengan nada tinggi 'marah'</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/02/130228_benitez_tinggalkan_chelsea.shtml" platform="highweb"/> </link> dengan manajemen Chelsea dan juga kepada pendukung klub.

Menurut Benitez pendukung tidak membela tim dalam mencapai target-target tahun ini dan manajemen membuat kesalahan dengan menyebut dirinya sebagai manajer sementara saat menggantikan Roberto Di Matteo.

Ia juga menegaskan akan mundur di akhir musim pada bulan Mei.

<link type="page"> <caption> Reaksi yang tidak kalah keras</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/02/130228_benitez_terancam.shtml" platform="highweb"/> </link> pun bermunculan.

Dua mantan pemain Chelsea, Craig Burley dan Jason Cundy, mengatakan Benitez telah menabuh gendang peperangan.

Posisi Benitez, menurut dua orang ini, tidak layak lagi dipertahankan dan keduanya mendesak agar Benitez segera dipecat.

Reaksi manajer lain

Reaksi Burley dan Cundy bisa dipahami karena keduanya pernah bermain untuk Chelsea.

Bagaimana dengan reaksi para manajer lain?

Menilik pemberitaan media pada hari Jumat (01/03) empat manajer di Liga Primer yang diwawancarai sepertinya tidak memihak Benitez.

Simak misalnya manajer West Brom, Steve Clarke (yang pernah menjabat sebagai asisten manajer di Chelsea), soal sebutan manajer sementara.

"Kita semua, para manajer di Liga Primer, pada dasarnya adalah manajer sementara, kecuali Alex Ferguson dan Arsene Wenger," kata Clarke.

"Jadi, kita semestinya paham bahwa suatu saat ada orang lain yang menggantikan kita."

"Jabatan kita ini pada dasarnya memang bersifat sementara," kata Clarke.

Hal biasa

Pendukung Chelsea
Keterangan gambar, Pendukung menolak kehadiran Rafael Benitez di Chelsea.

Michael Laudrup, Martin Jol, dan Alan Pardew (yang masing-masing mengasuh Swansea, Fulham, dan Newcastle) mengatakan ada masalah dalam hubungan antara Benitez dan pendukung Chelsea.

Gavin Brown, pengulas sepak bola di koran Metro mengatakan semestinya Benitez mengabaikan teriakan atau serangan pendukung Chelsea.

"Anggap saja sebagai angin lalu," kata Brown.

Tapi mungkin Benitez sudah hilang kesabaran.

Bisa dimengerti juga sebenarnya, karena sebagian penonton masih juga mencemoohnya meski Chelsea menang.

Tapi dengan menyampaikannya secara terbuka, ditambah dengan serangan tajam ke manajemen, Benitez mungkin telah menggali kuburnya sendiri.

Setidaknya itulah keyakinan banyak pihak di Inggris.

Bisa jadi ia tak lagi berkantor di Stamford Bridge sebelum akhir Mei.