Pemberantasan korupsi dunia sepakbola

Zhang Jilong
Keterangan gambar, Zhang Jilong menyatakan kasus pengaturan hasil pertandingan telah menyebar

Pejabat organisasi sepakbola dunia menyatakan seluruh negara dan organisasi harus melakukan upaya yang lebih keras untuk mengatasi korupsi.

Pemimpin sementara Konferedasi Sepakbola Asia Zhang Jilong, meyampaikan pernyataan itu dalam sebuah pertemuan di Malaysia yang membahas pengaturan hasil pertandingan.

Dia menyebutkan masalah korupsi dapat menjadi pandemic dan tidak ada satupun organisasi yang sanggup mengatasinya sendirian.

Kepada perlindungan FIFA Ralf Mutschke mengatakan korupsi harus dibenahi secara politis.

Konferensi yang digelar selama dua hari di Kuala Lumpur itu diselenggarakan oleh Interpol dan FIFA.

Sekitar 200 perwakilan dari 43 negara hadir dalam konferensi tersebut, yang bertujuan untuk memperingatkan para pejabat organisasi dan penegak hukum untuk memberantas pengaturan hasil pertandingan.

Dalam pidato pembukaannya, Zhang, yang berasal dari Cina, mengatakan pengaturan hasil pertandingan merupakan sebuah bahaya terhadap nilai-nilai etik sepakbola dan butuh untuk memelihara 'kemurnian olahraga.

Dia mengatakan masalah ini "sangat rumit dan menyebar luas".

Zhang mengetahui bahwa Asia menjadi pusat dari tindakan pengaturan hasil pertandingan, tetapi mengatakan bahwa "tidak ada wilayah yang tidak tersentuh dengan wabah ini. Pengaturan hasil pertandingan sekarang menjadi pandemik di dunia sepakbola."

Penegakan hukum

Awal bulan ini, polisi di Eropa mengatakan sindikat organisasi kriminal yang berbasis di Singapura melakukan tindakan kecurangan terhadap ratusan pertandingan yang digelar antara 2008 dan 2011.

Mutschke mengatakan masalah itu berada diluar kuasa FIFA, dan badan sepakbola hanya dapat melarang pemain dan wasit,"para kriminal bebas- tidak mendapatkan hukuman. Itu merupakan kesalahan".

"Kita harus meminta pemerintah untuk mengubah legislasi dan hukum. banyak negara yang tidak memiliki aturan untuk pemberantasan manipulasi hasil pertandingan," kata dia.

Salah satu Direktur di Interpol Dale Sheehan, mengatakan sangat penting "untuk merebut kembali pertandingan sepakbola" dari para kriminal, yang disebutnya mendapatkan keuntungan jutaan dengan "risiko yang rendah untuk dideteksi."

Konferensi ini digelar sehari setelah otoritas sepakbola Cina melarang 33 pemain dan official seumur hidup setelah dinyatakan bersalah melakukan tindakan pengaturan hasil pertandingan.

Sementara 25 orang lainnya dijatuhi sanksi dilarang bertanding selama lima tahun, dan 12 klub dikenakan denda.

Zhang menjadi pejabat sementara AFC, setelah pendahulunya Mohammed Bin Hamman, dijatuhi sanksi seumur hidup oleh FIFA karena kasus korupsi dan suap.