Delapan tewas dalam serangan di pinggiran Kabul

Bis yang diserang di Paghman, Afghanistan.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Bom dikendalikan dari jarak jauh dengan sasaran awal anggota tentara nasional.

Sebuah serangan bom di kawasan pinggiran ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan paling tidak delapan warga sipil.

Para korban yang merupakan penduduk sipil itu sedang dalam perjalanan di wilayah Paghman ketika bus mini yang mereka tumpangi diserang oleh bom yang dikendalikan dari jarak jauh.

Kepolisian menuding Taliban yang berada di balik serangan dan yang sebenarnya menjadi sasaran adalah sebuah bus yang membawa anggota tentara nasional Afghanistan.

Kepala kepolisian Kabul, Ayub Salanagi, mengatakan kepada wartawan BBC, Bilal Sarwary, bahwa seseorang sudah ditangkap dan dia diduga yang menaruh bom di bawah jembatan.

Pasukan keamanan Afghanistan dalam beberapa waktu belakangan melakukan serangan di wilayah lembah Paghman dan sering menemukan sejumlah senjata.

Pangkalan ISAF diserang

Sementara itu para pejabat di Afghanistan Timur mengatakan seorang pembom bunuh diri menyerang pangkalan militer pasukan internasional, ISAF, dan melukai sebelas warga sipil Afghanistan dan dua pasukan asing.

Pasukan ISAF

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, ISAF masih memiliki sekitar 130.000 personil di Afghanistan.

"Kami mendapat informasi bahwa anggota ISAF terluka namun kebijakan kami adalah tidak menjelaskan jumlah atau kondisi yang terluka, " kata salah seorang juru bicara ISAF kepada kantor berita AFP.

Penyerang menggunakan sebuah truk yang penuh bahan peledak dengan sasaran pangkalan NATO di Provinsi Logar.

Saksi mata yang berada beberapa kilometer dari tempat kejadian masih bisa merasakan getaran akibat bom besar itu.

Kepolisian setempat mengatakan sebagian besar warga Afghanistan yang terluka adalah para pekerja di pangkalan tersebut.

Hingga saat ini ISAF masih memiliki sekitar 130.000 personil di Afghanistan dan dalam beberapa bulan belakangan terjadi lonjakan serangan kekerasan di negara itu.

Menurut ISAF, Juni merupakan periode jumlah serangan terbesar dalam waktu dua tahun belakangan dengan jumlah serangan mencapai 100 lebih, termasuk bentrokan senjata maupun bom tepi jalan.