MU akan tambah saham di New York

Manchester United

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Toko souvenir Manchester United tersebar diberbagai negara.

Manchester United berencana untuk meningkatkan jumlah sahamnya sebesar US$330 juta dollar di New York.

Dalam dokumen yang diajukan bersama dengan Komisi Pasar Saham dan Sekuritas, klub sepakbola ini mengatakan akan menjual 16,7 juta saham dengan harga US$16 dan US$20 per lembarnya.

Rencana penambahan saham itu, dilakukan ditengah menurunnya pendapatan pada tahun lalu, seiring dengan gagal lolos ke 16 besar Liga Champions.

Menurut Majalah Forbes, Manchester United disebut sebagai klub yang paling menguntungkan dengan pendapatan US$2,23 milliar atau sekitar Rp.21 trilliun.

Sejak 2005 lalu, MU dimiliki oleh keluarga milliarder AS Glazer, yang juga pemilik tim football Amerika Tampa Bay Buccaneers.

United menyatakan pendapatan dari penjualan saham itu akan digunakan untuk membayar utang.

Klub ini memiliki utang £437 juta atau Rp. 6,4 trilliun dan £70 juta atau Rp. 1 trilliun uang tunai.

Keuntungan turun

Dalam laporannya, Klub menyebutkan total pendapatannya untuk tahun ini sampai Juni lalu mencapai £315 juta dan £320 juta, turun sebesar 5% dari tahun lalu.

Penurunan itu merupakan yang terbesar dari pendapatan siaran yaitu 11-13%.

Man Utd mengatakan pendapatannya pada tahun ini sekitar £23 juta, meningkat 77% dari tahun sebelumnya.

Tim menghabiskan anggaran sekitar £50 juta untuk membayar pemain.

Perusahaan ini didaftarkan sebagai badan hukum di Kepulauan Cayman pada 30 April.

Senin lalu, Manchester United juga menandatangani sebuah kesepakatan baru untuk mendapatkan sponsor kaos dari mobil buatan AS Chevrolet.

Kesepakatan selama tujuh tahun itu tidak disebutkan nilainya dan mulai pada musim 2014-2015.

Chevrolet, yang dibuat oleh perusahaan General Motors, mengambil alhi sponsor dari Aon.

Keluarga Glazers meminjam uang dalam jumlah besar untuk membeli klub itu dan beban bunga utang yang tinggi.

Pada 2010, pemilik mengubah utang menjadi surat obligasi untuk mengurangi bunga, tetapi analis mengatakan penjualan saham itu menunjukkan klub itu masih berat menanggung utang.

Klub besar Inggris yang telah memenangkan 19 kejuaraan ini terdaftar di Bursa Saham New York.