Ke mana Andy Carroll akan berlabuh?

Sumber gambar, AP
- Penulis, Mohamad Susilo
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Harga £35 juta, setara dengan Rp500 miliar, tidak menjamin seorang penyerang bertahan di klub Liga Primer seperti Liverpool.
Itulah yang dialami Andy Carroll, yang posisinya sebagai pemain Liverpool makin tidak menentu, setidaknya hingga hari Jumat (13/07).
Semuanya berawal dari pernyataan manajer baru, Brendan Rodgers, yang secara terbuka mengatakan dirinya membuka kemungkinan meminjamkan, bahkan menjual Carroll ke klub lain.
West Ham United, Newcastle, dan AC Milan telah menyatakan tertarik membeli atau meminjam Carroll.
Para pemerharti sepak bola di Inggris sebagian bisa memahami situasi yang dihadapi Rodgers saat ini terkait dengan Carroll.
Dalam penampilan di 59 pertandingan, pemain depan berusia 23 tahun ini hanya mencetak 11 gol.
Bagi seorang penyerang, statistik tersebut menunjukkan bahwa Carroll sangat tidak produktif.
Yang kedua, tipe permainan Carroll mungkin tidak sesuai dengan strategi Rodgers yang nantinya akan diterapkan di Liverpool.
Sabar dan cerdas
Ketika mengasuh Swansea, Rodgers dikenal sebagai arsitek sepak bola yang hati-hati tapi cerdas. Para pemain Swansea rapi dan sabar menguasai bola untuk kemudian mengurung lawan dan mencetak gol.
Mungkin Carroll tidak cocok bermain dalam sistem seperti itu.
Sejatinya Carroll tidak terlalu buruk. Mantan pemain Newcastle United ini tampil bagus di putaran akhir Liga Primer musim lalu, yang membuat ia dipanggil oleh pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson, untuk Piala Eropa 2012.
Di ajang ini Carroll berhasil gol indah melalui sundulan kepala ketika Inggris mengalahkan Swedia 3-2 di babak penyisihan Grup D.
Dari sisi fisik, Carroll tinggi besar, yang tentunya menguntungkan dirinya ketika beradu di udara maupun mengintimidasi pemain belakang lawan.
Pada masa awal-awal bergabung dengan Liverpool, Carroll tidak beruntung karena cedera, yang membuatnya tidak sering diturunkan sebagai pemain utama.
Dan semua orang paham, semakin lama absen maka kondisi fisik seorang pemain akan menurun dan ini berpengaruh terhadap produktivitas di depan gawang.
Kesempatan kedua

Sumber gambar, AP
Jelas Carroll memiliki potensi untuk menjadi mesin gol dan sebagai seorang manajer Rodgers tentunya membuka kemungkinan memasukkan Carroll sebagai anggota tim utama Liverpool.
Agar bisa bersinar di bawah bendera Liverpool, Rodgers harus memikirkan satu sistem yang memungkinkan potensi Carroll bisa dieksploitasi.
Rodgers harus menciptakan satu sistem di mana Carroll sebagai pemain terakhir di depan gawang lawan mendapat pasok umpan yang cukup sehingga peluang mencetak gol selalu ada di kaki atau kepala Carroll.
Itulah tantangan Rodgers. Tapi setidaknya di level timnas, Carroll telah membuktikanbawah kerja sama yang rapi dengan Steven Gerrard ternyata bisa menghasilkan paduan yang dahsyat.
Carroll layak mendapatkan kesempatan kedua di Liverpool.
Persoalannya adalah Rodgers dihadapkan pada tugas dan beban yang sangat berat, setelah Liverpool pada musim lalu berada di posisi delapan klasemen akhir Liga Primer.
Dan mungkin dalam rencana yang ada di benak Rodgers untuk membenahi Liverpool, tidak ada nama Carroll.









