FA berharap pengalaman Hodgson bisa dorong prestasi Inggris

Sumber gambar, Getty
- Penulis, Mohamad Susilo
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Ketika Fabio Capello mundur sebagai manajer tim nasional Inggris Februari, sebagian besar pengamat dan pemain papan atas beranggapan bahwa Harry Redknapp akan menjadi manajer Inggris selanjutnya.
Apalagi satu-satu kendala yang bisa menghalangi langkah Redknapp, kasus pajak, telah selesai digelar dan manajer Tottenham Hotspur tersebut dinyatakan tidak bersalah.
Wayne Rooney termasuk di antara pemain yang secara terang-terangan meminta persatuan sepak bola Inggris (FA) mengangkat Redknapp sebagai manajer timnas.
Rekam jejak Redknapp di Tottenham, dan klub-klub lain seperti West Ham United, Southampton, dan Portsmouth, dianggap mencukupi untuk mengasuh timnas.
Berkat tangan dingin Redknapp, yang juga paman pemain Chelsea Frank Lampard, Tottenham menjadi salah satu tim yang disegani di papan atas Liga Primer.
Belakangan terungkap FA tidak menghubungi Tottenham terkait kemungkinan mengontrak Redknapp sebagai manajer timnas. Dan ketika batas akhir semakin dekat, tiba-tiba muncul nama Roy Hodgson, manajer klub West Brom.
Perundingan berjalan lancar dan FA kemudian mengumumkan bahwa pengganti Capello adalah Hodgson.
Populis
Mengapa FA tidak menunjukkan Redknapp, yang oleh media Inggris disebut sebagai calon populis?
Faktor dana disebut-sebut sebagai salah satu ganjalan mengapa FA tidak mendekati Tottenham dan Redknapp. FA harus mengeluarkan dana kompensasi besar kalau ingin mendapatkan Redknapp.
Untuk persoalan uang kompensasi ini FA tidak perlu repot-repot menarik uang besar dari kas karena kontrak Hodgson dengan West Brom selesai pada akhir musim pertandingan ini.
Yang kedua, Hodgson kenyang asam garam sepak bola internasional.
Pria berusia 64 tahun ini pernah melatih klub di Inggris, Swedia, Norwegia, Swiss, Italia, dan Denmark.
Di tingkat timnas, ia pernah melatih Swiss, Uni Emirat Arab, dan Finlandia. Secara keseluruhan, 18 tim pernah ia asuh, termasuk Liverpool dan Inter Milan.
"Kalau melihat riwayat pekerjaan saya, tidak berlebihan rasanya bila saya memiliki cita-cita menjadi manajer Inggris," kata Hodgson.
Bisa diperkirakan tidak semua orang setuju dengan penunjukan Hodgson.
Dalam dua hari terakhir, analis sepak bola menulis kolom di harian Evening Standard yang intinya mengatakan era Hodgson sebenarnya telah selesai.
FA seharusnya mengangkat Hodgson sebagai orang nomor satu di timnas Inggris 10 tahun lalu. Menurut mereka mengontrak pelatih asing seperti Sven Goran Eriksson dan Fabio Capello adalah langkah yang sia-sia dan menghambur-hamburkan uang.
Pengalaman

Sumber gambar, Getty
"Kalau saja Hodgson sejak dulu ditunjuk menjadi pelatih timnas, FA tak perlu mengeluarkan uang kompensasi ketika memberhentikan pelatih asing. Uangnya bisa dipakai untuk membangun pusat latihan sepak bola nasional," kata sejumlah pengamat.
Terlepas dari pro dan kontra penunjukan Hodgson, hampir semua pengamat setuju bahwa beban yang dipikul Hodgson di Piala Eropa 2012 sangat berat sementara ia tidak punya waktu untuk mempersiapkan tim.
Inggris berada di Grup D bersama Prancis, Swedia, dan Ukraina.
Pertandingan pertama Inggris, melawan Prancis, akan digelar pada 11 Juni. Itu berarti Hodgson hanya punya waktu sekitar 40 hari untuk mempersiapkan timnas Inggris.
"Turnamen Piala Eropa tidak akan pernah mudah. Inggris berada di grup berat. Dan saya datang terlambat. Makanya saya meminta semua pihak untuk mendukung timnas," kata Hodgson.
Dengan situasi seperti ini, bisa dimengerti bila sebagian besar pecinta sepak bola tidak terlalu menggantungkan harapan yang besar ke pundak Hodgson.
Hodgson adalah simbol proyeksi jangka panjang FA. Itu pun kalau Hodgson bisa membuktikan bahwa pengalaman yang ia miliki menjadi kunci sukses timnas Inggris.









