Paling tidak 48 tewas dalam serangan di Irak

Paling tidak 48 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangkaian pemboman dan penembakan di Irak, menurut polisi.
Tindak kekerasan itu terjadi di daerah Syiah, sebagian besar dengan sasaran polisi dan pos-pos pemeriksaan.
Di Baghdad, sembilan orang meninggal dalam dua serangan di kawasan Karrada. Di luar ibukota, paling tidak dua orang meninggal di Baquba.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas penyerangan itu. Serangan di Irak meningkat sejak pasukan Amerika Serikat ditarik bulan Desember lalu.
Sejumlah laporan juga menyebutkan terjadi pemboman di provinsi Salahuddin dan Kirkuk.
Ibukota provinsi Salahuddin, Tikrit, adalah tempat kelahiran mantan pemimpin Saddam Hussein yang dihukum mati tahun 2006.
Pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan hari Kamis (23/02) dapat meningkat.
Motivasi politik
Minggu lalu, paling tidak 18 orang meninggal dalam serangan bom bunuh diri di dekat akademi polisi di ibukota Baghdad.
Warga Syiah menjadi sasaran serangan sejak pemerintah pimpinan Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang juga penganut Syiah, mengambil sejumlah langkah terhadap pejabat senior dari koalisi pemerintah yang didominasi Sunni.
Satu hari setelah ditariknya pasukan Amerika Serikat, pemerintah mengeluarkan surat penangkapan kepada Wakil Presiden Tariq al-Hashemi, yang dituduh mendanai kelompok penjahat.
Hashemi, yang menyanggah dakwaan itu, saat ini berada di wilayah Kurdi Irak dan mendapat perlindungan pemerintah daerah setempat.
Wartawan BBC Rafid Jabbouri di Baghdad mengatakan al-Qaeda di Irak menyatakan melakukan penyerangan pada bulan Januari dan Desember.
Namun Jabbouri mengatakan menurut pejabat tinggi pemerintah, serangkaian kekerasan yang terjadi sejak penarikan pasukan Amerika karena masalah politik.
Pejabat tinggi itu menyalahkan Hashemi yang dianggap merencanakan dan mengkoordinasikan serangan itu.









