Laga Argentina v Uruguay sarat sejarah

Sumber gambar, CA2011
Laga Argentina lawan Uruguay dalam perempat final Copa America 2011 hari Minggu (16/7) nanti bakal diwarnai rivalitas dua negara ini dalam sejarah panjang turnamen sepakbola tertua di dunia ini.
Kedua negara ini sama-sama memiliki angka sama dalam meraih juara Copa America, yaitu sebanyak 14 kali, jauh di atas negara raksasa sepakbola seperti Brazil, sejak turnamen ini digelar tahun 1916 silam.
Namun pada Sabtu besok, Argentina lebih banyak disebut berpeluang untuk memenangkan duel klasik tersebut.
Selain sebagai tuan rumah, pasukan biru-putih ini 'dianugerahi' seorang pemain bernama Lionel Messi, yang permainannya terus menanjak dalam laga terakhir -- 3 gol fantastis Argentina di gawang Kosta Rika, misalnya, adalah hasil sumbangannya.
"Meraih Piala Copa itu impian kami," kata Messi, dalam jumpa pers hari Jumat. "Sudah lama kami tak meraihnya..."
"Menghadapi Uruguay, tentu tak gampang, tapi ingat impian kami itu sudah begitu dekat," tandas Messi.
Dalam laga terakhir melawan Kosta Rika, Messi dipasang sebagai playmaker yang membuat dirinya bisa leluasa bergerak.
Dan hasilnya? Argentina menang telak 3-0.
Dengan demikian, formasi 4-2-3-1, tampaknya tetap akan dipakai pelatih Sergio Batista saat menghadapi Uruguay hari Minggu besok.
Suarez menakutkan
Ujung tombak Sergio Aguero, yang sejauh ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak (3 gol), bakal dipasang sebagai penyerang tunggal.
Tetapi bagaimana dengan Uruguay?
Tentu saja Uruguay tak bisa dipandang sebelah mata.

Sumber gambar, 1
Diperkuat hampir para pemain yang berkontribusi ketika Uruguay melanggeng sampai semi final Piala Dunia 2010 lalu, pasukan Le Celeste bakal menyulitkan Messi dan kawan-kawan.
Salah-satu senjata pamungkas yang dimiliki anak buah Oscar Tabarez ini adalah kekompakan tim, dipandu legenda bernama Diego Forlan -- pemain terbaik pada piala dunia 2010 lalu.
Kehadiran Luis Suarez di jantung kanan pertahanan Argentina bakal menyulitkan pula bek-bek Argentina.
Argentina dan Uruguay sedikitnya sudah bertemu 170 kali, dan terakhir mereka bertemu di ajang Pra Piala Dunia 2010 lalu yang dimenangkan Argentina 1-0.









