Johan Cruyff mengkritik tim Belanda

Legenda sepakbola Belanda Johan Cruyff mengkritik permainan tim Oranye melawan Spanyol yang menurutnya kasar dan negatif.
"Mereka main anti-football," kata Cruyff kepada koran Barcelona, El Periodico, sehari setelah Belanda kalah 0-1 di final melawan Spanyol.
Cruyff dibesarkan di klub Ajax Amsterdam dan menjadi kapten Oranye pada Piala Dunia 1974 ketika Belanda dikagumi karena permainan menawan yang dikenal dengan nama Total Football.
"Permainan jelek, vulgar, kasar, dan tidak enak ditonton itu memang membuat Spanyol goyah tapi akhirnya mereka kalah juga," kata Cruyff dengan pedas.
Beberapa hari sebelum final Cruyff mengatakan dia ditanya apakah mungkin Belanda bermain seperti ketika Inter melawan Barcelona di final Liga Champions.
Cruyff mengatakan ketika itu jawabannya adalah tidak karena menurutnya tidak mungkin Belanda meninggalkan gaya permainannya.
Cruyff mengatakan ternyata dia salah dan Belanda bermain dengan sangat kasar.
Idola di Spanyol
Selain dipuja di Belanda, Cruyff merupakan idola di Spanyol karena dia sukses sebagai pemain dan pelatih FC Barcelona.
Gaya permainan Barcelona yang sekarang diadopsi tim nasional Spanyol menurut para pegamat bola bermula dari ajaran Cruyff.
Cruyff juga mengecam wasit Howard Webb yang menurutnya kurang tegas, meskipun dia sudah mengeluarkan 14 kartu kuning, dua di antaranya untuk pemain belakang Belanda John Heitinga.
Dia mengatakan sebelum Heitinga dikeluarkan, Webb seharusnya mengenakan kartu merah kepada Nigel de Jong yang melakukan tendangan kung fu kepada Xabi Alonso, dan kepada Arjen Robben yang menendang bola ke gawang meskipun pluit sudah berbunyi.
"Piala Dunia membutuhkan wasit yang berani berbuat segalanya untuk menjadi wasit yang adil," kata Cruyff.









