You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Cristiano Ronaldo merasa 'dikhianati' oleh Manchester United
- Penulis, Simon Stone
- Peranan, BBC Sport
Pemain depan Manchester United, Cristiano Ronaldo, mengaku dirinya merasa "dikhianati" oleh klub, tidak respek pada manajer Erik ten Hag, dan dipaksa keluar.
Ronaldo, 37, berjanji pada bulan Agustus bahwa dia akan memberikan versi hidupnya di Old Trafford setelah gagal mengamankan kepindahan ke klub lain yang berlaga di Liga Champions, seperti yang dia harapkan.
Dia sekarang telah berbicara dalam sebuah wawancara dengan Piers Morgan untuk TalkTV.
Manchester United telah dimintai tanggapan atas klaim pemain internasional Portugal itu.
Beberapa cuplikan pernyataan Ronaldo dalam wawancara yang diterbitkan The Sun mencakup:
- Orang-orang di klub Manchester United berusaha memaksanya keluar.
- Tidak ada "evolusi" di klub sejak kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013. Adapun pria asal Skotlandia itu setuju bahwa United "tidak berada di jalur yang seharusnya".
- Pihak klub menunjukkan kurangnya "empati" ketika putri Ronaldo yang masih kecil dirawat di rumah sakit pada bulan Juli.
- Dia "tidak pernah mendengar" tentang manajer sebelumnya, Ralf Rangnick.
- Dia tidak tahu mengapa mantan rekan setimnya, Wayne Rooney, mengkritiknya. Ronaldo menyebut: "Mungkin karena dia sudah menyelesaikan kariernya, sedangkan saya masih bermain".
Wawancara akan ditampilkan selama dua malam pada Rabu (16/11) dan Kamis (17/11).
Baca juga:
Ditanya oleh Morgan apakah petinggi United berusaha memaksanya keluar, Ronaldo berkata: "Ya, tidak hanya pelatih, tetapi dua atau tiga orang lainnya di sekitar klub. Saya merasa dikhianati."
Ditanya lebih jauh apakah eksekutif senior di dalam klub mencoba untuk menyingkirkannya, Ronaldo menambahkan: "Orang-orang harus mendengarkan kebenaran. Ya, saya merasa dikhianati dan saya merasa beberapa orang tidak menginginkan saya di sini, tidak hanya tahun ini tetapi juga tahun lalu."
Klub berjuluk 'Setan Merah' itu kini berada di urutan kelima Liga Premier, pada musim pertama Ten Hag sebagai manajer.
Ronaldo: 'Saya tidak respek pada Ten Hag'
Ronaldo tidak lagi bermain sejak memakai ban kapten saat United kalah 1-3 dari Aston Villa pada 6 November karena penyakit yang belum dipaparkan ke publik.
Dia dicoret dari daftar pemain ketika United menghadapi Chelsea dalam laga lanjutan Liga Primer bulan lalu oleh Ten Hag setelah menolak menjadi pemain pengganti pada pertandingan melawan Tottenham tiga hari sebelumnya.
"Saya tidak respek padanya karena dia tidak menunjukkan rasa hormat kepada saya," kata Ronaldo.
"Jika Anda tidak menghormati saya, saya tidak akan pernah respek pada Anda."
Ronaldo juga berbicara tentang perasaannya saat bayi laki-lakinya meninggal dunia pada April lalu. Dia mengaku tersentuh dengan penghormatan yang diberikan kepadanya oleh penggemar Liverpool pada pertandingan di Anfield beberapa hari sesudah kejadian tersebut.
Keseluruhan wawancara dengan Ronaldo berdurasi 90 menit, tetapi Morgan telah menulis cuplikannya untuk The Sun. Dari tulisan itu, jelas kemarahan Ronaldo terhadap United sejak dia kembali ke klub tersebut pada Agustus 2021.
"Saya pikir para penggemar harus tahu yang sebenarnya," katanya. "Saya menginginkan yang terbaik untuk klub. Inilah mengapa saya datang ke Manchester United."
Baca juga:
Ronaldo mengatakan dia tidak melihat "evolusi" di klub sejak mantan manajer Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013.
"Tidak ada yang berubah," katanya. "Saya mencintai Manchester United. Saya mencintai para penggemar, mereka selalu berada di pihak saya. Tetapi jika mereka ingin melakukannya dengan cara yang berbeda... mereka harus mengubah banyak, banyak hal."
Ronaldo mengatakan pandangannya tentang Manchester United sama dengan pandangan Ferguson, yang sangat penting dalam keputusannya kembali ke Old Trafford dari Juventus ketika dia digadang-gadang bakal bergabung dengan Manchester City.
"Dia tahu lebih baik daripada siapa pun bahwa klub tidak berada di jalur yang pantas mereka tempuh," tambah Ronaldo.
"Dia tahu. Semua orang tahu. Orang-orang yang tidak melihat itu... itu karena mereka tidak ingin melihat; mereka buta."
Ronaldo tidak pernah 'mendengar' Rangnick
Mantan rekan setim Ronaldo, Ole Gunnar Solskjaer, adalah manajer United ketika pria Portugal itu kembali ke klub. Solskjaer lantas digantikan Ralf Rangnick dan kemudian Ten Hag.
Rangnick meninggalkan perannya sebagai kepala olahraga dan pengembangan di Lokomotiv Moscow untuk mengambil pekerjaan di Old Trafford.
Dia sebelumnya membangun reputasinya di Jerman. Reputasinya tersebut dipuji bos Liverpool Jurgen Klopp dan mantan manajer Chelsea, Thomas Tuchel.
Tentang Rangnick, Ronaldo berkata: "Jika Anda bahkan bukan seorang pelatih, bagaimana Anda akan menjadi bos Manchester United? Saya bahkan belum pernah mendengarnya."
Ronaldo pun menanggapi kritik dari mantan rekan setimnya di United, Wayne Rooney, tentang perilakunya musim ini.
"Saya tidak tahu mengapa dia mengkritik saya dengan sangat buruk...mungkin karena dia sudah menyelesaikan kariernya, sedangkan saya masih bermain di level tinggi," kata Ronaldo.
"Saya tidak akan mengatakan bahwa saya tampil lebih baik darinya. [Tapi[ memang benar…"