Liverpool juarai Liga Champions, taklukkan Tottenham Hotspur 2-0

Jordan Henderson (centre) lifts Champions League trophy

Sumber gambar, PA

Liverpool menghapus kekecewaan dalam final Liga Champions musim lalu dengan mengklaim trofi untuk keenam kalinya setelah menaklukkan Tottenham Hotspur 2-0 di Madrid.

Satu gol Liverpool disumbang oleh Mohamed Salah, yang benar-benar terpukul setelah klubnya kalah dalam final Liga Champions musim lalu melawan Real Madrid, melalui penalti dua menit setelah pertandingan dimulai.

Gol penalti dini Salah terjadi akibat handsball di kotak terlarang yang dilakukan gelandang Tottenham, Moussa Sissoko.

Selama pertandingan, Spurs beberapa kali menciptakan peluang gol namun berhasil dihalau oleh kiper Liverpool, Alisson Becker.

Sepanjang babak pertama, penguasaan bola Tottenham memang jauh lebih baik. Mereka mencatatkan dominasi hingga 60%.

Namun, pertahanan Liverpool terlihat cukup solid dalam membendung serangan yang dilakukan anak asuh Mauricio Pochettino.

Menjelang akhir pertandingan, Divock Origi menambah gol bagi Liverpool sekaligus memantapkan klubnya sebagai juara Liga Champions.

Pada sisa waktu laga, para pemain Tottenham tetap berjuang keras melancarkan serangan. Tetapi, hingga wasit meniup peluit panjang, tak ada gol yang tercipta.

Peluit akhir memicu perayaan besar di antara para pemain, manajemen dan gelombang merah pendukung Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano di Madrid.

Mohamed Salah

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Mohamed Salah tercatat sebagai pemain Liverpool yang mencetak gol terbanyak di Liga Champions setelah Steven Gerard

Liverpool mengangkat trofi yang diambil dari genggaman mereka di Ukraina musim lalu dan sekarang hanya berdiri di belakang Real Madrid dan AC Milan sebagai klub yang berhasil memenangkan turnamen ini beberapa kali.

Bagi pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, ini merupakan kemenangan pertamanya sejak melatih Liverpool pada 2015 sekaligus menghapus catatan suramnya atas kehilangan enam final berturut-turut.

Tiga di antaranya bersama Liverpool, termasuk dalam kompetisi ini musim lalu.

"Itu adalah musim yang intens dengan hasil akhir terindah yang pernah saya bayangkan," ujar Klopp.

Jurgen Klopp

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengangkat trofi Liga Champions

Kapten Liverpool, Jordan Henderson, memberikan penghormatan kepada Klopp.

Gelandang yang bermain untuk Liverpool sejak 2011, juga menjadi kapten The Reds ketika klubnya kalah dari Real di final musim lalu.

"Ini momen terbaik dalam hidup saya. Ini yang aku impikan sejak saya masih kecil.

"Ini bukan tentang saya, ini bukan tentang saya menjadi kapten atau mengangkat trofi, ini tentang klub ini, para pemain ini, manajer ini. Sekarang kita harus terus berjalan."

Bek kanan Trent Alexander-Arnold - yang mencetak 16 gol di semua kompetisi musim ini - menjadi pemain pertama di bawah usia 21 tahun yang tampil di final Liga Champions berturut-turut.

Pemain internasional Inggris berusia 20 tahun itu mengatakan: "Saya hanya pemain biasa dari Liverpool yang impiannya baru saja menjadi kenyataan.

Liverpool

Sumber gambar, Getty Images

Sementara, Mo Salah menikmati final yang jauh lebih baik daripada tahun lalu, ketika ia cedera setelah bertabrakan dengan Sergio Ramos.

Kali ini, penalti pada menit kedua - yang membuatnya menjadi pemain Afrika kelima yang mencetak gol di final Piala Eropa - membawa The Reds menuju kemenangan.

"Semua orang senang sekarang," katanya.

"Saya senang bermain di final dua kali berturut-turut dan akhirnya bermain 90 menit. Semua orang melakukan yang terbaik hari ini - tidak ada penampilan individu yang hebat hari ini, semua tim luar biasa."

"Saya telah berkorban banyak untuk karier saya, untuk datang dari desa untuk pergi ke Kairo, dan menjadi orang Mesir pada tingkat ini tidak dapat dipercaya bagi saya."