Tren medali emas Indonesia berlanjut, prestasi terbaik sejak Asian Games 1970

Sumber gambar, Antara/ADITYA PRADANA PUTRA
Indonesia meraih medali emas kesembilan melalui cabang olahraga dayung, pada Jumat (24/8). Raihan ini merupakan prestasi terbaik tim Merah-Putih sejak Asian Games 1970 di Bangkok.
Emas Indonesia disumbangkan pedayung Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Tanzil Hadid, Ardi Irsadi, dan Ujang Hasbulloh yang tampil di nomor kelas ringan delapan putra.
Kedelapan pedayung itu mencatat waktu 6 menit 8,88 detik pada jarak 2.000 meter di Danau Jakabaring Sport City, Palembang.

Sumber gambar, Antara/RAHMAD SURYADI
Selain medali emas, dayung menambah perolehan medali perak dan perunggu.
Medali perak dipersembahkan Kakan Kusmana, Edwin Ginanjar Rudiana, Sulpianto, serta Memo di nomor quadruple sculls (empat) putra.
Adapun medali perunggu diraih Chelsea Corputty, Wa Ode Fitri Rahmanjani, dan Yayah Rokayah di nomor empat putri.
Hingga Jumat (24/8) pukul 11.40 WIB, Indonesia menempati peringkat lima klasemen sementara perolehan medali dengan sembilan emas, tujuh perak, dan 11 perunggu.
Posisi pertama masih diduduki Cina yang mengumpulkan 58 medali emas, 40 perak, dan 21 perunggu.

Sumber gambar, Antara/ANDRY BEY
Potensi medali
Indonesia berpotensi menambah koleksi medali pada Jumat (24/8), antara lain melalui cabang olahraga jetski.
Aero Sutan Aswar, yang merupakan andalan Indonesia pada cabang olahraga ini, bakal berlaga dalam kategori Runabout Limited.
Aero adalah peraih medali emas dalam ajang Asian Beach Games 2010. Dia juga juara dunia di kelas Pro Runabout Stock pada ajang kompetisi jetski internasional World Finals yang digelar pada 2014 di Lake Havasu, Amerika Serikat.
Jika dia meraih medali emas, praktis Indonesia akan melampaui catatan Asian Games 1970 di Bangkok.
Kala itu, tim Merah-Putih menempati peringkat empat dengan mengantongi sembilan medali emas, tujuh medali perak, dan tujuh medali perunggu.










