Bulu tangkis Asian Games 2018: Gagal akhiri panceklik emas sejak 1998, tim putra Indonesia sabet perak

Sumber gambar, EPA
Tim bulu tangkis Indonesia gagal mengakhiri penantian panjang sejak 1998, setelah kalah dari Cina di final bulu tangkis beregu putra Asian Games.
Medali emas Cina ditentukan oleh Liu Cheng/Zhang Nan, yang menundukkan pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 21-18 17-21 dan 21-18, membuat keunggulan Cina atas Indonesia menjadi 3-1.
Dengan posisi ini, Indonesia tak mungkin mengejar Cina.
Laga final berlangsung sangat seru.
Anthony Sinisuka Ginting, setelah sempat unggul di set pertama, harus mengakui keunggulan Shi Yuqi, 21-14 21-23 dan 20-22.
Ginting mengalami cedera yang membuatnya harus ditandu saat meninggalkan lapangan.
Skor menjadi 1-1 saat ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menang dua set langsung 21-17 21-18 atas pasangan Li Junhui/Liu Yuchen.
Cina kembali unggul, kali ini melalui pemain atas dunia, Chen Long yang menang tiga set atas tunggal kedua Indonesia, Jonathan Christie, 21-19 16-21 dan 18-21.
Dengan unggul 2-1, Cina tinggal memastikan emas melalui kemenangan Liu/Zhang.
Indonesia terakhir kali merebut emas pada Asian Games 1998 di Bangkok dengan mengalahkan Cina di babak final. Sejak itu prestasi terbaik tim putra Indonesia adalah medali perak yang diraih di Busan empat tahun kemudian.

Sumber gambar, Getty Images
Pertandingan final ini antara lain ditonton langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Ia ikut menjenguk saat Anthony Ginting mendapatkan perawatan medis menyusul cedera yang ia alami.









