Piala Dunia 2018: Empat tim kuat berduel dalam dua laga awal perempat final

Sumber gambar, AFP
Media Uruguay memberitakan kecemasan dan kekhawatiran pendukung tim nasional mereka soal Edinson Cavani yang kemungkinan absen melawan Prancis dalam laga semi final Piala Dunia 2018.
Koran El Pais menulis, "Berita terburuk dikukuhkan pada Rabu di Nizhny Novgorod, Edinson Cavani tidak akan turun dari awal hari Jumat melawan Prancis."
Sementara media sosial dipenuhi meme dan pesan dari pendukung Uruguay yang mengharapkan keajaiban medis.
Cavani -yang mencetak dua gol saat Uruguay menyingkirkan Portugal- dilaporkan cedera betis walau terlihat mengikut latihan bersama rekan-rekannya, Kamis (05/07).
Bagaimanapun, Prancis menepis kemungkinan Cavani absen dan tetap mempertimbangkan kekuatan penyerang yang memperkuat klub Prancis, Paris Saint Germain itu.
"Saya menyiapkan tim saya untuk mengantisipasi Cavani yang akan bermain," tegas pelatih Didier Deschamps, seperti dikutip kantor berita AFP.
"Apakah dimainkan atau tidak, saya baru tahu hanya 90 menit sebelum pertandingan dimulai."

Sumber gambar, AFP
Lebih dari itu, Deschamps menyebut tidak ada masalah yang merundung pemain muda Prancis, Kylian Mbappe, yang tampil gemilang saat mengalahkan Argentina dengan skor 4-3.
Pemain berusia 19 tahun itu menjadi pembicaraan dunia namun Deschamps menegaskan Mbappe siap turun kembali.
"Ini olahraga dengan frekuensi tinggi, begitulah adanya. Walaupun dia masih muda, saya kira itu bukan masalah," kata Deschamps.
Tiga pertemuan terakhir kedua tim berakhir dua kali seri dan satu kemenangan untuk Uruguay.
Brasil tanpa Danilo
Di Kazan Arena, Brasil, juara Piala Dunia lima kali tetap berstatus salah satu negara unggulan yang akan melaju ke babak berikutnya.
Brasil akan menghadapi Belgia, yang saat ini merupakan tim yang paling banyak membobol lawan dengan 12 gol.
Dalam pertandingan perempat final itu, Brasil dipastikan tak diperkuat bek kanan utama mereka, Danilo. Pemain Manchester City itu dilaporkan mengalami cedera paha.
Posisi Danilo diperkirakan akan diemban pemain Corinthians, Fagner.

Sumber gambar, AFP
Pelatih Brasil, Tite, menyebut laga timnya melawan Belgia akan menyajikan permainan sepak bola yang indah. Belgia mencatatkan sejarah setelah untuk pertama kalinya memenangi memenangkan lima pertandingan beruntun di Piala Dunia.
"Mereka memiliki pemain dan pelatih hebat. Saya menempatkan mereka sebagai salah satu favorit juara," tuturnya.
Di sisi lain, pelatih Belgia, Roberto Martinez, menyebut timnya tak boleh lengah dalam mengantisipasi serangan Brasil. Laga terakhir kedua negara di Piala Dunia terjadi tahun 2002, dengan skor 2-0 untuk Brasil.
"Kami membutuhkan kekuatan. Kami harus bertahan sekaligus menyakiti mereka saat kami memegang bola," kata Martinez.
Romero Lukaku akan tetap menjadi tumpuan lini serang Belgia. Pemain Manchester United ini bertengger di peringkat dua pencetak gol terbanyak dengan empat gol.
Di sisi lain, lini serang Brasil tak hanya bergantung pada satu sosok. Neymar dan Philippe Coutinho sama-sama telah menciptakan dua gol.

Sumber gambar, Getty Images
Hasil yang diraih Belgia diprediksi juga akan ditentukan oleh penampilan Eden Hazard. Kapten Belgia itu tampil dalam empat pertandingan pertama timnya di Piala Dunia ini.
"Dia memiliki kualitas yang luar biasa, mampu melakukan yang tak bisa diperbuat pemain lain."
"Anda jangan hanya mengejarnya. Kaki-kakinya sangat kuat sehingga sangat sulit merebut bola darinya," kata bek kanan Belgia Thomas Meunier seperti dilansir Reuters.










