Roger Federer catat sejarah juara tenis Wimbledon

Federer

Sumber gambar, GLYN KIRK/AFP

Keterangan gambar, Roger Federer memegang trofi juara tenis putra Wimbledon setelah mengalahkan Marin Cilic di final.

Pemain veteran asal Swiss, Roger Federer, mencetak rekor sebagai pemain tunggal putra yang menjadi juara tenis Wimbledon kedelapan kalinya.

Dalam pertandingan final yang berlangsung pada Minggu (16/07), Federer mengalahkan pemain asal Kroasia, Marin Cilic, tiga set langsung 6-3 6-1 6-4.

Di set kedua, Cilic tampak meneteskan air mata dan sempat mendapat perawatan pada kakinya.

Marin Cilic

Sumber gambar, ADRIAN DENNIS/AFP

Keterangan gambar, Marin Cilic tak mampu menahan serangan Federer yang bertubi-tubi.
Roger Federer

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Roger Federer tampak tak kuasa menahan emosi setelah menang kejuaraan tenis Wimbledon untuk kedelapan kalinya.

Begitu mengakhiri pertandingan, Federer yang sebelumnya tampak tenang, tak kuasa menahan air mata sambil melihat ke arah istri, anak-anak mereka dan kedua orang tuanya yang duduk di pojok khusus lapangan Centre Court.

Federer, 35, menyatakan tekad untuk mempertahankan gelarnya di masa mendatang.

"Saya berharap pertandingan ini bukan pertandingan yang terakhir bagi saya, saya berharap dapat kembali tahun depan dan mempertahankan gelar juara."

Pemain itu sempat beristirahat selama enam bulan menjelang akhir tahun 2016 dan ketika kembali bermain, ia keluar sebagai juara Australia Terbuka.

Ia lantas menjadi juara lagi di Amerika dengan memenangi kejuaraan Indian Wells dan Miami, sebelum memutuskan untuk tidak terjun di kejuaraan tenis di lapangan tanah liat selama musim kompetisi.

Para pengamat mengatakan itulah strategi Federer agar energinya terpusat untuk kejuaraan Wimbledon yang ternyata berhasil.