Penipuan cinta berbuah sesuatu yang manis

Maria Grette

Sumber gambar, Maria Grette

Keterangan gambar, Maria Grette dan "John", kisah romantis yang berbuah manis.

Ini adalah kisah penipuan cinta yang berubah jadi sesuatu yang manis.

Seorang perempuan Swedia, Maria Grette, 62 tahun, jatuh cinta pada seorang "laki-laki Denmark usia 49 tahun".

Maria bekerja sebagai guru, pelukis dan art-therapist dan telah melalui proses perceraian yang tak mudah.

Suatu hari ia iseng-iseng mendaftar di situs perkencanan online, dan tak terlalu memperhatikan pesan-pesan yang masuk.

  • <link type="page"><caption> Perempuan jatuh dari balkon usai cekcok dengan teman kencan Tinder</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/10/161012_majalah_korban_tinder" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Naik, kejahatan yang terkait dengan aplikasi kencan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160112_majalah_aplikasi_kencan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Fitur premium Tinder lebih mahal bagi pengguna dewasa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150303_fitur_baru_tinder" platform="highweb"/></link>

Sampai suatu hari muncul John (bukan nama sebenarnya) yang mengaku orang Denmark, tinggal di South Carolina, Amerika Serikat.

John mengaku bekerja di insinyur di Inggris, ditinggal mati istrinya dan punya satu anak yang bersekolah di Manchester University.

Maria yang mengaku terpesona kata-kata John sempat menerima telepon lelaki itu, yang menelpon dengan nomer Inggris.

Maria sempat kaget mendengar aksen John yang tak bisa ia kenali, tapi tak terlalu mempersoalkannya.

John bercerita bahwa ia sedang merencanakan pensiun di Swedia, punya rumah di Denmark warisan orang tuanya yang rencananya akan ia berikan pada anaknya, Nick.

"Saya ingin bertemu dengannya karena ia terdengar manis sekali," kata Maria. "Saya belum pernah mendengar laki-laki seperti ini, dan ia terdengar tulus".

Nigeria

Penipuan internet

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Penipuan internet di Nigeria ini terkenal dengan sebutan 'Kriminal 419' sesuai nomer pasal di KUHP negara itu.

Sesudah tiga bulan berkomunikasi, John setuju bertemu di Swedia. Namun mengaku ia harus melakukan perjalanan dulu ke Nigeria untuk wawancara kerja.

John lalu menelepon, mengatakan ia sudah di Nigeria. Maria juga berkata ia sempat bicara dengan Nick.

Namun tak lama, John menelepon lagi, mengatakan ia sedang di rumah sakit di Lagos.

Ia mengaku dirampok di Nigeria, dan anaknya ditembak kepalanya. Mereka di sana tanpa uang dan dokumen mereka juga lenyap.

Celakanya, aku John, bank mereka tak punya cabang di Afrika dan butuh uang lama untuk melakukan transfer dari banknya di Inggris.

Padahal rumah sakit meminta jaminan seribu euro sebelum melanjutkan perawatan terhadap Nick.

Transfer

"Saya tak akan pernah lupa saya berlari ke kantor Western Union. Tangan saya bergetar ketika mentransfer uang," kata Maria.

"Yang saya pikirkan cuma bagaimana caranya kedua orang yang berada di Nigeria itu bisa keluar dari marabahaya".

Penipuan internet

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Dengan cerita yang rumit, para penipu berhasil mengelabui banyak orang.

Transfer pertama ternyata tak cukup. Rumah sakit meminta uang lagi.

Beberapa ribu euro kemudian, Maria baru merasa ada yang keliru. Ia mulai tak menjawab pesan-pesan John.

Pengakuan

Tiga pekan kemudian John menelepon dan mengaku bahwa ia bukan seperti yang ia ceritakan selama ini.

Ia seorang laki-laki Nigeria berumur 24 tahun, termasuk ke dalam golongan kriminal 419, yang diambil dari nomer pasal penipuan dalam KUHP Nigeria.

Ia lulus kuliah dua tahun lalu, tapi tak punya pekerjaan.

Lebih jauh, ia mengaku dirinya sebagai "setan" yang telah menipu "perempuan-perempuan baik".

"Ia berkata belum pernah bertemu dengan yang seperti saya," kata Maria.

"Ia juga berjuang melawan perasaan hatinya kepada saya. Rekannya sesama penipu mengingatkan dia untuk tidak jatuh cinta pada 'klien' tapi ia abaikan karena ia tak ingin kehilangan kontak dengan saya," kata Maria lagi.

Afrika

Maria Grette

Sumber gambar, Maria Grette

Keterangan gambar, Maria Grette mengundang para seniman Afrika ke Eropa untuk menghadiri pameran dan konferensi.

Sejak itu, pola komunikasi mereka berubah, tak ada lagi permintaan uang.

"Saya merasa masih bicara para orang yang sama, hanya umur dan situasinya saja yang berubah," kata Maria.

John mengirim foto aslinya, tapi Maria tak puas dan ingin bertemu langsung.

  • <link type="page"><caption> Data pengguna situs 'perselingkuhan' dicuri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150720_majalah_kencan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pilihan nama kunci sukses cari jodoh di dunia maya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/02/150213_nama_jodoh_online" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Situs kencan penderita penyakit seks dituntut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/11/141105_bisnis_situs_kencan" platform="highweb"/></link>

Karena tak bisa memberi visa kepada John untuk ke Swedia, ia memutuskan untuk mengunjungi John di Nigeria.

Pada bulan Oktober 2009, Maria pergi ke Afrika untuk pertama kali dalam hidupnya.

"Ketika bertemu dengannya di bandara di Abuja, air matanya bercucuran," kata Maria, "saya merasa telah kenal ia selama hidup saya".

Maria sangat bersyukur sampai di Nigeria, terutama karena ia bisa mengubah perasaannya ke John, dari romantis ke persahabatan.

Kesenian

Maria Grette

Sumber gambar, Maria Grette

Keterangan gambar, Perjalanan ke Uganda juga dilakukan Maria Grette memperbaiki keadaan di sana.

Ia sempat bertemu teman-teman John yang juga bekerja sebagai Kriminal 419, dan bergaul dengan mereka di bar, sampai akhirnya sesuatu membuatnya tercenung.

"Saya merenung bagaimana membuat lelaki muda dan sehat ini terhindar dari jebakan pekerjaan macam ini," kata Maria.

Dari sebuah pameran seni di Nigeria pada tahun 2011, ide muncul di kepala Maria.

Dengan pengalaman kerjanya Maria berhasil mengatur perjalanan sejumlah seniman Afrika ke Eropa menghadiri pameran, workshop, konferensi dan ikut dalam kompetisi.

Ia membantu mereka dengan dana hibah internasional untuk perjalanan mereka.

Maria Grette, kini 69 tahun dan tinggal di Norwegia, sangat gembira dengan kesempatan untuk meningkatkan kehidupan seniman-seniman muda ini.

"John telah memberi lebih banyak daripada apa yang ia ambil dari saya," kata Maria.

Nasib John

John sendiri menyatakan akan meninggalkan kegiatan Kriminal 419.

Dibantu Maria, ia meninggalkan Nigeria dan bersekolah lagi di Amerika.

Sekalipun tak pernah bertemu lagi, Maria masih membantu keuangan John sampai ia meyelesaikan studinya dan mendapat pekerjaan di bidang perminyakan di Amerika.

Mereka masih berkomunikasi sesekali, saling bercerita tentang diri mereka. John bahkan membeli lukisan Maria yang ia kirim ke Amerika.

"Ia sangat baik kepada saya," kata Maria.

"Ia bertanya kepada berkali-kali, apakah saya memaafkannya dan saya bilang kepadanya, yang terpenting adalah: maafkan dirimu sendiri".