Mengapa tanggapan kemenangan Ni Nengah di Paralimpiade tak seheboh Olimpiade?

Ni Nengah Widiasih meraih medali perunggu angkat besi kelas 41kg Paralimpik 2016.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ni Nengah Widiasih meraih medali perunggu angkat besi kelas 41kg Paralimpik 2016.
    • Penulis, Rafki Hidayat
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Atlet angkat besi Ni Nengah Widiasih meraih perunggu pada ajang Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, pekan lalu, kemungkinan medali satu-satunya bagi Indonesia.

Namun, prestasi atlet yang akrab disapa Widiasih di Olimpiade untuk kaum difabel itu tidak mendapat respons semeriah perolehan medali atlet Indonesia di Olimpiade Rio 2016.

Meskipun begitu, ketika dihubungi BBC Indonesia lewat sambungan telepon, Kamis (15/09), Widiasih mengatakan bahwa dia “tidak begitu memikirkan itu (respons masyarakat)."

"Saya tidak mikirin, karena sudah dapat medali saja, saya sudah bersyukur,” ungkap Widiasih, yang saat ini masih berada di Brasil.

Tercatat hanya ada 2.100 cuitan pada 8 hingga 10 September yang menulis tentang Widiasih dan cuitan terbanyak terjadi pada hari atlet asal Bali ini meraih medali perunggu, yaitu 765 cuitan pada Jumat (09/09).

  • <link type="page"><caption> Indonesia optimistis sabet tiga emas di Olimpiade Rio</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160804_olahraga_olimpiade_tiga_emas" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Indonesia meraih medali emas dari Tontowi/Liliyana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160817_live_badminton" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Foto kemenangan Ni Nengah di Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10157459441960434" platform="highweb"/></link>

Hal tersebut bertolak belakang ketika atlet angkat besi Sri Wahyuni meraih perak, medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Rio 2016. Saat itu terdapat lebih 44.100 cuitan pada periode 7 hingga 9 Agustus. Sebanyak 5.953 twit tentang Sri Wahyuni ditulis pada hari kejayaannya, 7 Agustus.

Situasi serupa terjadi ketika atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, meraih medali perak di kelas 62kg Olimpiade Rio. Tidak kurang dari 3.406 cuit ditulis netizen terkait Eko pada hari perlombaannya, 9 Agustus dan total cuitan lebih dari 39.300 tentang atlet asal Lampung itu.

Ada lebih 39.300 cuitan terkait Eko Yuli Irawan di seputar hari raihan medali peraknya di Olimpiade Rio.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ada lebih 39.300 cuitan terkait Eko Yuli Irawan di seputar hari raihan medali peraknya di Olimpiade Rio.

Tidak hanya itu, berdasarkan data cuitan dari Spreadfast.com, tidak sedikit cuitan yang menyebut Widiasih adalah retweet dari beberapa situs berita, bukan cuitan asli dari netizen.

Kurang gegap gempitanya sambutan terhadap raihan medali Ni Nengah Widiasih, dirasakan oleh pengguna Twitter, Derry Nasution. Lewat akun @Derry, Ia menyebut “Ni Nengah gak jadi trending nih. Perunggu Olimpiade nih.”

Sumber gambar, Twitter

Sumber gambar, Twitter

Sementara pengguna Twitter dengan akun @Jeppe mengklaim pemberitaan media tidak banyak yang mengangkat soal Widiasih.

‘Perjuangan sama keras’

Tidak begitu ramainya sambutan masyarakat terhadap prestasinya diakui oleh Ni Nengah Widiasih.

Ni Nengah Widiasih saat unjuk kemampuan di Paralimpik 2016.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ni Nengah Widiasih saat unjuk kemampuan di Paralimpik 2016.

Widiasih merasa ada warga yang “tidak melihat perjuangan atlet Paralimpiade itu sama keras dengan perjuangan atlet Olimpiade. Kami latihan sama-sama keras. Kami berjuang sama-sama keras.”

Wartawan olahraga senior Indonesia, Atman Ahdiat, melihat kurangnya perhatian dan apresiasi masyarakat terhadap prestasi atlet paralimpiade, karena pertandingan dan perlombaan paralimpiade bagi sebagian orang tidak menarik. “Kita harus akui itu,” tuturnya.

“(Selain itu), karena besarnya persepsi masyarakat yang secara sadar atau tidak, masih membeda-bedakan kaum difabel, masih diskriminatif.”

Posting foto kemenangan Widiasih di <link type="page"><caption> Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10157459441960434" platform="highweb"/></link> ditanggapi lima komentar dan dibagikan 23 kali. Widiasih sendiri juga menjawab 'terima kasih' atas ucapan selamat kepadanya.

Atlet peraih medali di Olimpiade 2016 mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Atlet peraih medali di Olimpiade 2016 mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Padahal prestasi Widiasih adalah capaian yang bisa disebut langka. Pada Paralimpiade 2004 di Athena dan Paralimpiade 2008 di Beijing, Indonesia tidak memboyong satu pun medali, sama dengan dua Paralimpiade sebelumnya. Medali baru diraih pada Paralimpiade 2012 di London, yaitu satu medali perunggu oleh David Jacobs, di cabang olahraga tenis meja.

Bonus sama

Terlepas dari minimnya respon, pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga menegaskan bahwa bonus yang diterima peraih medali di ajang Paralimpiade, sama dengan bonus atlet di Olimpiade.

"Pemerintah akan penuhi janji beri bonus Rp1 miliar untuk Widiasih, sama dengan atlet Olimpiade, karena tidak ada diskriminasi,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, kepada BBC Indonesia, Kamis (15/09).

Pemerintah akan berikan jumlah bonus yang sama kepada peraih medali Paralimpik.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pemerintah akan berikan jumlah bonus yang sama kepada peraih medali Paralimpik.

Sebagai peraih medali perunggu, Widiasih juga bakal mendapat jaminan hari tua senilai Rp10 juta per bulan, selama seumur hidup.

“Saya sangat bersyukur karena disamakan dan tidak didiskriminasi. Dahulu kan masih ada perbedaan dengan yang Olimpiade. Kalau dulu dapat separuh (bonus Olimpiade). Sekarang disamakan, bersyukur banget,” kata Widiasih yang ikut dalam Paralimpiade 2012 di London, tetapi saat itu tidak mendapat medali.

  • <link type="page"><caption> Dapatkah Tontowi Lilyana kibarkan merah putih di Olimpiade Rio pada 17 Agustus? </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160816_trensosial_lilyana_tontowi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160816_trensosial_lilyana_tontowi" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Momen terbaik dan prestasi Indonesia dalam ajang Olimpiade</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160804_olahraga_prestasi_olimpiade" platform="highweb"/></link>

Tidak peduli dengan kurangnya sambutan atas kemenangannya, Widiasih saat ini mengaku rindu sekali pulang kampung.

Kontingen Indonesia pada Paralimpik 2016 di Rio de Janeiro.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Kontingen Indonesia pada Paralimpik 2016 di Rio de Janeiro.

“Langsung ingin makan soto ayam yang pedas dan berkuah kalau pulang ke Indonesia,” tuturnya sambil tergelak.

“Sudah dua minggu di sini, bosan, makanannya gitu-gitu aja,” pungkasnya sambil tertawa semakin riuh.