Larangan donor darah gay dan pria biseksual dicabut

Darah

Sumber gambar, Science Photo Library

Keterangan gambar, O'Neill mengatakan tidak ada bukti yang mendukung agar larangan diteruskan.

Irlandia Utara akan mencabut larangan gay dan pria biseksual untuk menjadi donor darah.

Menteri Kesehatan dari Partai Sinn Fein, Miccelle O'Neill -yang baru menduduki jabatannya selama sepekan- mengatakan tidak ada bukti yang mendukung agar larangan diteruskan.

Pencabutan larangan diumumkan saat O'Neill berkunjung ke Proyek Pelangi -sebuah LSM pegiat hak gay dan lesbian- di Belfast, Kamis 2 Juni.

  • <link type="page"><caption> Ribuan orang di India terinfeksi HIV karena transfusi darah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160531_majalah_india_hiv" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> AS perbolehkan lelaki gay mendonorkan darah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151222_majalah_gay_donor_amerika" platform="highweb"/></link>

Dalam kunjungan itu, dia mengatakan bahwa prioritas utama dari donor darah adalah keamanan dan keselamatan pasien.

Bagaimanapun dia meminta calon donor mematuhi moratorium hubungan seks selama satu tahun sebelum menyumbangkan darah, yang juga berlaku di kawasan Inggris Raya lain.

"Bahkan tes yang paling canggih tidak bisa diandalkan 100%, jadi amat penting bagi setiap donor untuk menghormati peraturan yang berlaku pada mereka," jelasnya seperti dikutip kantor berita Agence France Presse, AFP.

Larangan bagi gay dan pria biseksual menjadi donor darah diterapkan tahun 1980an di Inggris Raya, pada masa krisis HIV/Aids namun kemudian dicabut tahun 2011, kecuali di Irlandia Utara.

Pencabutan larangan di Irlandia Utara akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 September.