Ribuan orang di India terinfeksi HIV karena transfusi darah

india

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pasien ODHA India dan pendukungnya ikut serta unjuk rasa mengatasi HIV AIDS di Delhi pada tanggal 10 Mei 2016.

Paling tidak 2.234 warga India terkena virus mematikan HIV saat menerima transfusi darah di sejumlah rumah sakit dalam 17 bulan terakhir.

Informasi ini diungkapkan National Aids Control Organisation (NACO) negara itu setelah pegiat Chetan Kothari mengajukan petisi.

  • <link type="page"><caption> Data kemenkes : ibu rumah tangga tertinggi HIV</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151130_indonesia_hiv_iburumahtangga" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Inggris lakukan transplantasi organ sesama pasien HIV</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160505_majalah_tranplantasi_hiv" platform="highweb"/></link>

Khothari mengatakan kepada BBC bahwa dirinya "dikejutkan" pengungkapan data ini.

Sekitar 2,9 juta penduduk India adalah Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

Jumlah tertinggi pasien terkena HIV karena darah terkontaminasi di rumah sakit, berasal dari negara bagian Uttar Pradesh -di bagian utara India- dengan 361 kasus, demikian hasil penyelidikan yang dilakukan Kothari.

Negara bagian di barat, Gujarat, 292 kasus dan Maharashtra dengan 276 kejadian di urutan kedua dan ketiga.

Ibu kota India, Delhi, di urutan keempat dengan 264 kasus.

"Ini adalah data resmi yang diberikan organisasi yang dijalankan pemerintah, NACO. Saya yakin angka sebenarnya dapat menjadi dua atau tiga kalinya," kata Kothari kepada BBC.