Murid Cina dilarang teriak dan merusak buku pelajaran

Sumber gambar, Reuters
Sebuah kota DI Cina melarang murid sekolah menengah menyobek buku pelajaran atau berteriak di lorong sekolah untuk mengatasi tekanan menghadapi ujian, lapor media pemerintah.
Larangan dari Biro Pendidikan Xiamen tersebut dikeluarkan 10 hari sebelum Ujian Masuk Universitas Nasional.
- <link type="page"><caption> Sekolah 'bertekanan tinggi' di Cina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2015/07/150708_vert_cap_pendidikan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pihak berwenang Cina larang agama di kelas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160506_dunia_cina_agama" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Demo massal menentang program pendidikan 'pro Cina'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/09/120904_hongkongdemo" platform="highweb"/></link>
Hampir sepuluh juta murid di Cina harus mengikuti ujian selama dua hari yang dikenal sulit setiap tahunnya.
Sekolah menengah seharusnya memberikan panduan psikologis, lapor China Youth Daily.
"Cara tidak konvensional untuk mengatasi tekanan ujian seperti ini telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, para murid menyobek buku pelajaran dan membuangnya dari gedung sekolah. Sebagian dari mereka berteriak di gedung sekolah untuk menghibur diri," lapor berita online CCTV.
Pejabat Xiamen juga mendorong sekolah untuk mengajak murid mengatasi stres lewat "cara yang lebih sehat", lapor berita tersebut tanpa merinci lebih jauh.
Ujian yang dinamakan Gaokao tersebut menentukan apakah murid dapat berkuliah dan di universitas tertentu.






