Disket 'kuno' masih digunakan Pentagon untuk sistem nuklir

Sistem senjata nuklir Amerika Serikat masih menggunakan disket era tahun 1970-an berukuran sekitar 20 cm, seperti terungkap dalam sebuah laporan pemerintah.
Kantor Akuntabilitas Pemerintah mengatakan Pentagon merupakan salah satu dari beberapa departemen yang memerlukan pergantian sistem secara mendesak.
Laporan tersebut juga mengungkapkan dana yang dihabiskan setiap tahunnya untuk biaya pemeliharaan teknologi 'kuno' mencapai US$61 miliar atau sekitar Rp828 triliun.
- <link type="page"><caption> Komputer berhasil melukis 'Rembrandt baru' </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160406_majalah_rembrandt_komputer" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mainan komputer untuk seleksi pekerja magang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151124_majalah_komputer" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Karya Warhol di disket komputer Amiga</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/04/140424_seni_warhol" platform="highweb"/></link>
Jumlah itu tiga kali lipat dari biaya untuk investasi sistem tekonologi informasi modern.

Sumber gambar, AFP
Dalam laporan itu disebutkan bahwa Departemen Pertahanan menggunakan sistem untuk koordinasi rudal balistik antarbenua, pengebom nuklir, dan pesawat pembawa bahan bakar yang mengandalkan Kompter IBM Seri 1 dari era tahun 1970-an dan disket ukuran 20 cm.
"Sistem tersebut masuh tetap digunakan karena, singkatnya, masih berfungsi," kata juru bicara Pentagon, Letkol Valerie Henderson, seperti dikutip kantor berita AFP.
"Bagaimanapun, untuk mengatasi kekhawatiran akan kekunoannya, disket rencananya akan diganti dengan peralatan digital yang aman pada akhir 2017."
Letkol Henderson menambahkan bahwa proses modernisasi untuk Komando Nuklir, Pengendalian dan Komunikasi terus berlangsung dengan pergantian seluruh sistem dicapai pada akhir 2020.









