Bakteri super akan "membunuh setiap tiga detik"

superbug

Sumber gambar, Science Photo Library

Keterangan gambar, Bakteri MRSA, Staphylococcus aureus, kebal terhadap sebagian besar antibiotik (foto rekayasa komputer).

Bakteri kebal antibiotik atau superbug akan membunuh manusia setiap tiga detik pada tahun 2050 kecuali dunia segara bertindak, demikian isi sebuah laporan penting.

Kajian dunia Review on Antimicrobial Resistance memaparkan rencana untuk mencegah obat "kembali ke masa kegelapan" sehingga memerlukan penanaman modal senilai miliaran dolar.

  • <link type="page"><caption> 'Bakteri super' baru ditemukan di RS Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2010/08/100811_superbug" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ditemukan bakteri kebal antibiotik pamungkas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151119_majalah_bakteri_antibiotik" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Bakteri tinja ditemukan dalam es batu KFC di Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160425_majalah_bakteri_feses_kfc" platform="highweb"/></link>

Laporan tersebut juga mendesak dilakukan revolusi cara penggunaan antibiotik dan kampanye besar-besaran untuk mendidik warga.

Kajian tersebut mengundang reaksi beragam, sebagian pihak khawatir karena langkah yang diambil dipandang tidak memadai.

Dunia semakin berada di pihak yang kalah dalam perang melawan infeksi kebal obat, yang seringkali digambarkan sebagai "berisiko sama besarnya dengan terorisme".

Sejak Review on Antimicrobial Resistance mulai dibuat pada pertengahan tahun 2014, lebih dari satu juta orang meninggal karena infeksi superbug.

Pada saat itu para dokter juga menemukan bakteri yang kebal obat terbaru, colistin, sehingga muncul peringatan dunia akan segera menghadapi "zaman pasca antibiotik".

Kajian ini menyebutkan keadaan akan semakin memburuk, dimana 10 juta orang diperkirakan akan meninggal setiap tahun karena infeksi kebal obat pada tahun 2050.