Revolusi Kebudayaan dalam kesunyian pemberitaan

Waktu membaca: 1 menit

Peringatan 50 tahun dilancarkannya Revolusi Kebudayaan, yang menjerumuskan Cina ke dalam satu dasawarsa kekacauan, tak dibahas di media pemerintah.

Pada tanggal 16 Mei 1966 pemimpin Komunis, Mao Zedong, mulai menjalankan kampanye untuk menumpas para saingannya. Pada saat yang sama ia menyerukan kaum muda Cina untuk 'membersihkan' masyarakat.

Tahun-tahun pertumpahan darah dan kekacauan pun terjadi, berakhir dengan kematian Mao pada tahun 1976.

revolusi kebudayaan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Media sosial menggaris bawahi ketiadaan pemberitaan tentang 50 tahun Revolusi Kebudayaan.

Bagaimana menangani warisan kontroversial era itu tetap menjadi tantangan besar bagi para penguasa komunis Cina hingga sekarang.

  • <link type="page"><caption> Mengenang Revolusi Kebudayaan Mao Zedong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/05/160512_galeri_cina" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Surat Mao Zedong terjual Rp12 miliar lebih</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151215_majalah_mao_zedong" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mengapa setelan Mao Zedong bisa terus bertahan?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2015/11/151122_vert_cul_mao" platform="highweb"/></link>

Hari Senin, media utama pemerintah tidak menyebutkan sama sekali ulang tahun revolusi kebudayaan, dan memfokuskan pemberitaan pada Laut Cina Selatan dan isu-isu domestik lainnya.

Tidak ada acara resmi yang dijadwalkan pemerintah untuk menandai 50 tahun Revolusi Kebudayaan.

revolusi kebudayaan

Sumber gambar, BBC l MEDIA LAO WANG WEIBO

Keterangan gambar, Lima media besar tanpa sepatah kata pun tentang 50 tahun Revolusi Kebudayaan.

Seorang blogger, 'Media Lao Wang,' memposting gambar di sebuah di situs micro-blogging Weibo yang menunjukkan halaman depan ima koran tama Cina, dan tak satu pun menyebut-nyebut Revolusi Kebudayaan.

Seorang pengguna Weibo lainnya, @Sunshine rainingwind menyebut Revolusi Kebudayaan sebagai 'bencana sangat mengerikan yang menimpa Cina,' yang membawa peradaban mundur ribuan tahun, dan perlu direnungkan.

Hanya media Hong Kong, yang menikmati kemerdekaan pers lebih luas dibanding rekan mereka di Cina daratan, membuat liputan 50 tahunn pristiwa itu.

Televisi Phoenix, sebuah penyiaran televisi di Hong Kong yang dikendalikan Partai Komunis, menyiapkan laporan online, namun tautannya sudah dibekukan sekarang.

Revolusi Kebudayaan dipandang sebagai periode paling kacau balau dalam sejarah Cina, tetapi masih ada sebagian orang di Cina daratan yang memuja cita-cita ideal kekirian masa itu.