#TrenSosial: Seperti 'marah-marah,' seksisme atas kecaman pada Hillary Clinton

Kecaman terhadap pidato kemenangan calon presiden terdepan Partai Demokrat Hillary Clinton, yang disebut 'berteriak-teriak' dan seperti marah-marah' dinilai seksis.
Para pendukung Clinton menyebut, kecaman-kecaman itu selain menunjukkan seksime, juga standar ganda.
Nyonya Clinton baru saja memenangkan suara di tiga negara bagian, Florida, Ohio, Illinois dan North Carolina. Ia unggul telak atas pesaingnya Bernie Sanders dalam pacuan untuk mendapatkan tiket calon presiden AS, dan naik ke panggung untuk berbicara pada para pendukungnya.
Alih-alih menganalisis arti kemenangan terbaru ini untuk kampanyenya atau para pesaingnya, atau membahas isi pidato, beberapa komentator malah menulis perihal nada dan suara Clinton di media sosial.

Sumber gambar, Twitter

Sumber gambar, Twiiter

Sumber gambar, Twitter

Sumber gambar, Twitter
Para analis langsung menunjuk bahwa banyak kecaman - diantaranya ia dituduh 'berteriak marah' dan menyarankannya untuk mengambil 'nada percakapan biasa' dan 'senyum" - 'kebanyakan datang dari para laki-laki.
"Maaf bahwa saya menunjuk laki-laki, tapi saya mencari liputan para wartawan perempuan yang memberitakan Clinton dan saya tidak melihat komentar seperti ini," tulis Jay Newton-Small dari majalah Time.
"Clinton menghadapi standar ganda yang seksis kalau ia tampil berapi-api. Sanders juga bergelora dan orang-orang ikut berapi-api bersamanya. Tapi kalau Clinton bergelora orang-orang menanggap ia berteriak pada mereka," tambahnya.
- <link type="page"><caption> UNESCO: Seksisme banyak ditemukan dalam buku pelajaran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160308_majalah_perempuan_buku" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Menang di Florida, Trump dan Clinton terus pimpin persaingan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160315_dunia_pemilihan_as_trump_florida" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Twit penyambutan tim putri Inggris dikecam sebagai "seksis" </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/07/150707_olahraga_fa_twit_seksis" platform="highweb"/></link>
Namun, ada pula pria yang mencuitkan komentarnya di Twitter untuk membela Nyonya Clinton. Ahli politik media sosial Andrew Tumilty, misalnya, menulis dalam Twitter, pidato Clinton akan dicap "malu-malu" jika ia tidak brapi-api, ia lalu menambahkan: "Mereka akan baik-baik saja kalau @HillaryClinton hanya menimbulkan 3/4 kebisingan dibanding pria."

Sumber gambar, Twitter
Banyak juga para wanita yang ikut bersuara. "Ini yang disebut berbicara kepada orang banyak. Biasakan dengan itu," cuit akun Twitter milik Cynthia Dill, seorang pengacara hak-hak sipil yang juga kolumnis.

Sumber gambar, Twitter
Ini bukan kali pertama, calon presiden perempuan pertama AS itu dikritik atas cara dia berpidato.
"Hillary Clinton meninggikan suaranya, dan meruyaklah perdebatan soal pidato dan seksisme," tulis harian New York Times pada bulan Februari, setelah beberapa pengamat politik mengatakan ia memiliki suara dengan "nada menjengkelkan dan menyiksa" lalu menyebutnya "melengking".
Ketua perempuan senat Barbara Mikulski, mengatakan banyak senator perempuan merasa calon presiden dari Partai Demokrat ini menjadi subyek ketidakadilan dan standar ganda seksis dalam kampanye.
Dugaan seksisme dalam kampanye tahun 2008 telah menginspirasi Women Media Center untuk menyusun sebuah panduan pemberitaan netral bagi politisi perempuan untuk para wartawan.
Dalam wawancara terakhirnya Hillary Clinton mengatakan, ia belajar untuk berhenti mencemaskan kritik.
"Sebagai perempuan, ketika Anda berada dalam sorotan, Anda tahu bahwa Anda sedang dihakimi terus-menerus," katanya kepada wartawan TV Diane Sawyer. "Anda jadi merasa sedikit khawatir, bolehlah. Orang-orang mempercakapkan apa yang saya kenakan, bagaimana penampilan saya. Saya sudah tak ambil pusing lagi. Sudah selesai."









