Tayangan Netflix rambah 130 negara, termasuk Indonesia

Direktur Eksekutif Netflix, Reed Hastings, saat berbicara dalam Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Direktur Eksekutif Netflix, Reed Hastings, saat berbicara dalam Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat.

Mulai Kamis (07/01) ini, layanan streaming video Netflix dapat dinikmati para penonton dari 130 negara, termasuk Indonesia

Menurut Direktur Eksekutif Netflix, Reed Hastings, saat berbicara dalam Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat, 130 negara tambahan tersebut praktis memperluas cakupan operasional perusahaannya menjadi 190 negara.

Bersamaan dengan itu, Netflix akan menghadirkan tayangan kualitas HDR (high dynamic range) yang lebih tajam.

“Anda menyaksikan lahirnya jaringan televisi global,” kata Hastings.

Meski demikian, Netflix belum bisa beroperasi di Korea Utara, Suriah, dan Krimea -wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia, lantaran ada larangan bagi perusahaan-perusahaan asal AS untuk berbisnis di ketiga wilayah tersebut.

Netflix juga belum menembus Cina. Sejauh ini, Hastings mengaku masih berunding dengan pemerintah Cina.

“Cina adalah negara yang sangat besar, ada semiliar warga Cina yang kami ingin berikan akses ke konten-konten Netflix. Di Cina ada izin khusus dari pemerintah untuk beroperasi sehingga kami masih memprosesnya dan kami sangat sabar,” kata Hastings.

Netflix memiliki tayangan eksklusif dan bisa disaksikan di layar ponsel, namun hal itu punya kelemahan, kata pengamat.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Netflix memiliki tayangan eksklusif dan bisa disaksikan di layar ponsel, namun hal itu punya kelemahan, kata pengamat.

Tayangan beragam

Netflix selama ini membeli tayangan yang hanya bisa disaksikan pada layanannya, termasuk House of Cards dan Orange Is the New Black.

Perusahaan yang berbasis di Los Gatos, Negara Bagian California, AS itu juga punya kontrak lisensi untuk menayangkan film-film Walt Disney setelah rilis di bioskop. Namun, kontrak itu terbatas bagi pemirsa di AS dan Kanada.

Walau cakupan Netflix kini meluas dan film-filmnya relatif eksklusif, perusahaan tersebut punya keterbatasan sendiri

“Perlu diingat bahwa di sejumlah negara berkembang, hanya masyarakat perkotaan yang bisa menggunakannya karena ketersediaan internet yang terbatas,” kata Fernando Elizalde dari lembaga konsultan teknologi, Gartner.

Di Indonesia, Netflix menawarkan beberapa paket dengan harga yang berbeda-beda.