Murid pendatang tidak mempengaruhi prestasi sekolah

Anak-anak pendatang

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Studi OECD dilakukan sejalan dengan meningkatnya jumlah pendatang ke Eropa.

Tingginya para pendatang tidak menghambat prestasi sekolah di negara yang menampung mereka, seperti terungkap dalam sebuah studi global Badan Kerja Sama Pembangunan Eropa, OECD.

Studi tersebut menemukan tidak ada hubungan antara jumlah anak kaum pendatang dengan prestasi sekolah.

Namun terindikasi adanya jurang yang besar dalam 'perasaan memiliki', dengan tingkat paling rendah di kalangan murid-murid migran di Prancis.

Seorang pejabat OECD, Andreas Schleicher, mengatakan banyak keluarga migran yang 'amat termotivasi' untuk berhasil dalam pendidikan.

Studi yang dilakukan OECD juga mengkaji seberapa besar banyak keluarga pendatang yang 'memiliki identifikasi' dengan sekolahnya atau sebaliknya justru 'merasa tersingkir'.

Ditemukan bahwa para murid pendatang khususnya di Amerika Serikat dan Inggris kemungkinan 'positif' atas sekolah di negara tujuan sementara Prancis dan Belgia yang paling rendah dari 'perasaan memiliki'.

OECD mengatakan studi ini dilakukan dengan latar belakang kedatangan pengungsi ke Eropa dalam jumlah besar yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Arus pengungsi tersebut memicu kekhawatiran tentang tekanan atas layanan sosial, seperti pendidikan dengan kemungkinan standar pendidikan terpengaruh oleh penyerapan jumlah murid pendatang.