Produk daerah Palestina yang diduduki 'bukan buatan Israel'

Sumber gambar, Reuters
Uni Eropa menyepakati panduan baru bagi penamaan produk dari daerah-daerah di Palestina yang diduduki Israel.
Barang-barang tersebut dinyatakan tidak bisa diberi label buatan Israel.
Keputusan yang sudah ditunda beberapa kali ini diputuskan pada pertemuan Komisi Eropa, hari Rabu (11/11).
Uni Eropa mengatakan ini adalah langkah teknis, tetapi muncul penolakan keras di Israel.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan panduan tersebut berat sebelah dan mendukung pihak-pihak yang bermaksud menghilangkan Israel.
Israel mengatakan langkah ini berasal dari gerakan internasional yang berusaha memboikot Israel dan menyatakan hal ini terjadi sementara<link type="page"><caption> Israel sedang menghadapi "serangkaian terorisme".</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151110_dunia_palestina_israel" platform="highweb"/></link>
Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan keputusan ini "menimbulkan pertanyaan" tentang peran Uni Eropa di kawasan dan kemungkinan pengaruhnya terhadap hubungan antara Israel dan Eropa.
Langkah ini juga dipandang akan memperkuat posisi Palestina dan mempersulit kelanjutan perundingan damai.
Panduan Uni Eropa ini berlaku bagi penamaan produk dari permukiman Yahudi di wilayah Palestina dan aneksasi Jerusalem serta Dataran Tinggi Golan.
Semua wilayah ini diduduki Israel lewat Perang Enam Hari tahun 1967.









