Pluto miliki ‘gunung-berapi’ yang keluarkan es

Wright Mons berlokasi di selatan Sputnik Planum.

Sumber gambar, NASA JPLJHUSWRI

Keterangan gambar, Wright Mons berlokasi di selatan Sputnik Planum.

Pluto diyakini memiliki ‘gunung-berapi’ es. Berdasarkan foto yang diambil satelit New Horizons, setidaknya, terdapat dua gunung berapi yang ditemukan di planet kerdil ini.

Gunung yang berada di Sputnik Planum atau kawasan khatulistiwa Pluto tersebut memiliki tinggi lebih dari satu kilometer, dengan diameter lebih sepuluh kilometer. Kedua gunung memiliki ‘kawah’ di tengahnya.

Tidak seperti gunung berapi di bumi yang ‘memuntahkan’ batuan-cair panas ketika erupsi, gunung berapi Pluto yang diberi nama Wright Mons mengeluarkan lumpur es yang mengandung air, nitrogen, amonia dan metana, saat erupsi.

Temuan tersebut disampaikan dalam 50 laporan pada pertemuan the American Astronomical Society's Division for Planetary Sciences ke-47. Namun, para ilmuwan mengaku perlu melakukan riset lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ‘gunung-berapi’ es itu.

“Jika kami tahu persis apa saja materi yang membentuk gunung ini, maka kami bisa lebih leluasa bekerja, membuat model bagaimana ‘perilaku’ es ketika keluar dari gunung, dan kondisi stabil seperti apa yang diakibatkannya,” ungkap peneliti badan antariksa Amerika Serikat (NASA), Oliver White.

‘Mirip’ Mars

Selain adanya bagian yang berbentuk kawah, gunung berapi Pluto juga memiliki tekstur seperti bekas aliran lava di sisi-sisinya.

Namun, NASA belum bisa memaparkan, sudah berapa kali gunung tersebut meletus.

Piccard Mons (kiri) dan Wright Mons (kanan). Warna mewakili ketinggian. Biru = rendah, hijau = sedang, cokelat = tinggi.

Sumber gambar, NASA JPL JHU SWRI

Keterangan gambar, Piccard Mons (kiri) dan Wright Mons (kanan). Warna mewakili ketinggian. Biru = rendah, hijau = sedang, cokelat = tinggi.

Pluto adalah benda astronomi ‘kecil’ yang sepanjang sejarah sistem tata surya, telah kehilangan mayoritas panasnya. Dalam kata lain, tidak butuh banyak energi untuk melelehkan dan mengambil lapisan es yang menutupi Pluto dan gunungnya.

“Mengejutkan bahwa dari seluruh eksplorasi yang telah kami lakukan, contoh paling mirip dengan apa yang ada di Pluto, ternyata ada di Mars,” ungkap Alan Stern, investigator utama dari misi New Horizons.

“Kita ternyata harus melihat ke ‘planet merah lain’ untuk mengetahui apa yang terjadi di Pluto.”

“Di seluruh sistem tata surya ‘tengah’, kami tidak pernah melihat yang seperti ini. Benar-benar luar biasa,” tuntas Alan.