Bintang Instagram Australia keluar karena medsos 'tidak sehat'

Sumber gambar, Essena ONeill
Seorang bintang Instagram yang berusia belasan tahun mengeluarkan pernyataan emosional tentang sisi kelam media sosial.
Dia mengedit keterangan fotonya sendiri karena dianggapnya sebagai informasi palsu dan hanya untuk mempromosikan diri sendiri.
Dengan <link type="page"><caption> pengikut lebih 500.000 orang di Instagram</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2012/12/121219_iptek_instagram_riot" platform="highweb"/></link>, warga Australia, Essena O'Neill, 18 tahun, bisa mendapatkan penghasilan dari media sosial.
Dia menjadi selebriti media sosial lewat pemasangan foto-foto gaya hidupnya yang sempurna namun sekarang dia mengatakan hal ini membuatnya kosong dan tercandu dengan likes pada media sosial.
Dalam video sepanjang 17 menit yang dterbitkan pada akun YouTube-nya, Essena bersumpah untuk bertindak menentang idola 'tidak sehat' di media sosial.
Dia juga membuat situs internet untuk mengatasi hal yang disebutnya kultus media sosial.
Essena membuang 2.000 foto pada Instagram yang menurutnya, "tidak ada gunanya selain promosi diri sendiri" dan membuang akun sosial lainnya.
"Saya tidak ingin mendukung situs berbagi sosial yang membuat miliaran iklan yang tidak saya dukung," katanya.
"Saya juga menggunakan waktu selama berjam-jam untuk menonton wanita sempurna di internet dan berharap saya adalah mereka. Ketika saya menjadi 'salah satu dari mereka', saya tetap tidak bahagia."
Dia mengatakan dia mengedit ulang keterangan dalam foto-fotonya yang tersisa di akun Instagramnya dan menguak "manipulasi" di baliknya.
"Media sosial tidak nyata. Ini adalah sistem yang didasarkan pada persetujuan sosial, dari (banyaknya) tombol suka... dan sukses dari banyaknya jumlah pengikut," katanya dalam unggahan bulan Oktober.









