Pertumbuhan pesat ekonomi Cina dalam angka
Pertumbuhan pesat ekonomi Cina memicu urbanisasi besar-besaran dengan puluhan juta warga pedesaan pindah ke kota-kota besar untuk mendapatkan pekerjaan.
Berdasarkan data PBB, jumlah pusat-pusat perkotaan dengan populasi lebih dari satu juta jiwa atau lebih, meningkat dari 16 pada tahun 1970 menjadi 106 pada tahun 2015.
Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat hanya 45 pusat kota dengan penduduk satu juta atau lebih dan di Eropa jumlahnya 55.
Berikut beberapa grafik yang menampilkan transformasi ekonomi Cina.
'Lapar semen'
Migrasi besar-besaran di Cina dibarengi dengan ledakang pembangunan yang meluas.
Dan Cina bisa membangun dengan ama cepat: ada satu menara bertingkat yang dibangun dalam waktu 19 hari.
Walau banyak membangun pemukiman, tidak berarti orang tinggal di dalamnya karena ada juga perumahan dan pertokoan yang kosong melompong.
Semakin kaya
Partai Komunis Cina mulai menerapkan prinsip pasar pada tahun 1978 dan mulai membuka diri untuk investasi asing di masa 1980-an.

Langkah yang belakangan membuat Cina menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di dunia, dengan pabrik-pabrik yang diuntungkan oleh upah buruh yang rendah.
Pertumbuhan ekonomi Cina selama tiga dekade terakhir hingga tahun 2010 mencapai rata-rata 10%, walau kemudian pertumbuhan itu melambat.
Walaup perekonomian Cina masih di bawah Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi yang pesat membuat perekonomian Cina kini berada di atas negara-negara maju Eropa dan Jepang.
Polusi udara
Pertumbuhan ekonomi Cina berdampak kepada lingkungan, dengan tingkat polusi yang memburuk dan sebagian besar disebabkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara yang menjadi andalan bagi kebutuhan energinya.

Pemerintah Beijing sudah berupaya untuk mengurangi polusi dengan menutup ribuan pabrik yang menggunakan sumber energi batu bara.
Bagaimanapun hanya delapan dari 74 kota besar di Cina yang memenuhi standar kualitas udara tahun 2014, sesuai dengan laporan Kementerian Lingkungan.
Peningkatan turis
Meningkatnya perekonomian Cina dibarengi dengan meningkatnya pendapatan sehingga Cina menjadi salah satu negara dengan jumlah wisatawan terbesar yang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Wisatawan asal Cina juga berada di peringkat pertama dunia dari jumlah pengeluaran selama masa liburan, yaitu sebesar US$165 miliar.

Tujuan populer bagi turis Cina antara lain adalah Hong Kong, Jepang, Prancis, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Thailand.
Kebutuhan daging babi
Daging babi merupakan makanan paling populer di Cina walau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, daging babi biasanya merupakan santapan mewah untuk acara-acara khusus.
Namun sekarang, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, jumlah daging babi yang dimakan juga ikut meningkat.

Saat ini daging babi yang dikonsumsi di Cina sekitar setengah dari total daging babi di dunia.
Kesenjangan kota-desa
Walau memang terjadi peningkatan pendapat orang per orang, tidak semua orang menikmatinya secara seimbang.
Jurang pendapatan antara kawasan perkotaan dan pedesaan di Cina meningkat pesat sejak tahun 1990.

Dan sistem pendaftaran penduduk di Cina, semakin memperluas jurang itu karena mencegah para pekerja pendatang untuk mendapat akses atas layanan kesehatan, perumahan, dan kesejahteraan sosial di kota tempat dia bekerja.
* Data oleh Christine Jeavans, rancangan oleh Salim Qurashi, dan James Offer, naskah oleh Helier Cheung, dan pengembangan situs oleh Marcelo Zanni.









