Perlambatan laju ekonomi India dibanding kuartal lalu

Delhi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kekhawatiran melemahnya perekonomian Cina membuat investor mulai melirik ke India.

Perekonomian India tumbuh pada tingkat 7% antara April hingga Juni atau lebih rendah dari yang diperkirakan, seperti terlihat dari data resmi pemerintah.

Pertumbuhan itu juga menurun dibandingkan pada kuartal pertama tahun ini yang mencapai 7,5%.

India bersama Cina -yang mencatat pertumbuhan 7% di kuartal kedua- masuk dalam kelompok perekonomian besar dunia yang menikmati pertumbuhan ekonomi tinggi.

Bagaimanapun pengamat mengungkapkan keprihatinan bahwa angka pada kuartal kedua yang baru diumumkan itu tidak mencerminkan pertumbuhan sebenarnya.

Shilan Shah dari Capital Economics mengatakan angka GDP India memperlihatkan negara itu memang menyamai Cina dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal pertama.

"Namun data GDP tetap tidak konsisten dengan sejumlah indikasi-indikasi lain memperlihatkan bahwa ekonomi berada dalam tahap awal pemulihan setelah pertumbuhan 'yang suam-suam kuku," tambahnya.

Kekhawatiran akan <link type="page"><caption> melemahnya pertumbuhan di Cina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150825_majalah_penjelasan_cina" platform="highweb"/></link> tampaknya membuat para investor mulai melirik ke India sebagai penggerak berikut dalam perekonomian global.

Beberapa pihak mengharapkan pertumbuhan di India lebih tinggi dari 7%, seperti yang terjadi pada tiga kuartal sebelumnya.