#TrenSosial: Perahupustaka menyediakan buku ke pulau-pulau

- Penulis, Christine Franciska - @cfranciska
- Peranan, Producer BBC Indonesia
Sebuah inisiatif bernama Perahupustaka diluncurkan untuk menyediakan buku bacaan bagi anak-anak di pulau-pulau kecil di Teluk Makassar.
Muhammad Ridwan Alimuddin, 36, salah satu inisiatornya mengatakan ide ini diawali dari percakapan di Twitter bersama Nirwan Ahmad Arsuka pada April lalu.
“Dari situ, saya cari informasi perahu apa yang cocok untuk dibuat perpustakaan. Saya lalu memutuskan untuk membuat perahu ba’go,” ujarnya yang telah melakukan riset kemaritiman tradisional selama 17 tahun.
“Jenis perahu ini kalau masuk sungai lebih aman, lambung lebar dan tidak khawatir kandas. Beda dengan perahu sekarang yang butuh kecepatan dan ramping.”

Dengan bantuan para donator, Ridwan dan para nelayan di Polewali Mandar berhasil membuat perahu dan melakukan ujicoba dalam beberapa hari terakhir.
Bagi para nelayan Mandar, perahu ibarat anak dan mengikuti proses pembuatannya merupakan pengalaman yang luar biasa bagi Ridwan.
“Tidak sembarang waktunya untuk kerja perahu, ada hitungan. Saya cari kayu jenis Tipuluh di hutan, setelah ditebang, tunggu kering, kemudian mulai upacara untuk membuat perahu,” cerita Ridwan kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.
Berhenti kerja
Dia mengakui bahwa program Perahupustaka barulah dalam tahap awal dan biaya operasional akan menjadi tantangan ke depan.

Namun dia mengaku percaya diri dan bertekad untuk mundur dari pekerjaannya sebagai jurnalis. “Memang agak susah untuk menjadikan ini sebagai sumber ekonomi.
Tetapi saya sudah lama mempelajari cara hidup nelayan-nelayan Mandar, mereka bisa hidup (dengan perahu) kenapa saya tidak?”
Perahupustaka diharapkan dapat melakukan uji coba dalam beberapa hari ke depan untuk melakukan evaluasi.

“Setahu saya ini pertama kali di Indonesia, jadi butuh melihat di lapangan seperti apa. Tapi perkiraan akan muat sekitar 5.000 buku dan diutamakan buku anak-anak.”
Nirwan Arsuka yang menjadi salah satu donator mengatakan memang mustahil satu atau dua perahu bisa menjangkau banyaknya pulau-pulau kecil di Indonesia.
Namun yang diperlukan dalam gerakan-gerakan literasi ini adalah mitra lokal untuk mewujudkannya.
“Karena tanpa mereka gagasan hanya menjadi gagasan. Saya bukan satu-satunya yang punya ide ini. Pertemuan dengan kawan-kawan akhirnya bisa mewujudkan program yang bisa diberikan bagi masyarakat," katanya dalam acara Makassar International Writers Festival, Rabu (03/06).












