Polisi Prancis tangkap 'perampok' pangeran Saudi di Paris

Mobil Arab Saudi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Di dalam rombongan mobil pangeran Saudi terdapat uang kontan dan dokumen diplomatik yang penting.

Polisi di Prancis menahan sembilan orang terkait kasus perampokan 'spektakuler' terhadap rombongan pangeran Arab Saudi di Paris, Agustus tahun lalu.

Mereka ditangkap di pinggiran Paris dan sekarang berada dalam tahanan, kata sumber-sumber polisi kepada kantor berita AFP, hari Senin (18/05).

Para perampok <link type="page"><caption> membawa kabur uang kontan senilai lebih dari US$250.000</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140818_pangeran_saudi_diserang" platform="highweb"/></link> dan dokumen-dokumen diplomatik setelah mereka membajak satu dari sepuluh kendaraan dalam rombongan tersebut.

Insiden terjadi di kawasan di Paris utara saat iring-iringan sekitar sepuluh kendaraan pangeran Saudi meninggalkan satu hotel mewah di Champs Elysees menuju bandar udara Le Bourget.

Kawanan perampok -diperkirakan antara lima hingga delapan orang- menyerbu dua mobil, merebut kendaraan bersama tiga penumpang, sebelum melepas penumpang tersebut, kata polisi.

'Informasi terperinci'

Mobil Mercedes dan BMW milik rombongan Saudi ditemukan tidak lama kemudian di Desa Saint-Mesmes, di timur laut Paris, sekitar 40 kilometer dari lokasi kejadian, dalam keadaan terbakar.

Ketika itu polisi mengatakan kejadian ini "luar biasa" dan menekankan bahwa pelaku "memiliki informasi yang sangat terperinci" tentang rombongan pangeran Saudi.

Sumber di bandara kepada AFP pangeran yang menjadi sasaran perampokan adalah Abdul Aziz bin Fahd, anak bungsu Raja Fahd yang meninggal dunia pada 2005.

Tidak ada korban dalam perampokan ini dan pangeran tersebut telah berada di hotel saat rombongannya menjadi sasaran perampokan.