#TrenSosial: Pemilu Indonesia lebih 'seru' dibanding Inggris

gedung parlemen Inggris

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Gedung Parlemen Inggris, tempat 650 anggota parlemen bertugas.

Pemilu Indonesia lebih 'seru' dibanding pemilu Inggris yang berakhir dengan kemenangan partai Konservatif, menurut seorang pengajar politik Universitas Leeds.

Perdana Menteri David Cameron kembali berkuasa selama lima tahun mendatang setelah <link type="page"><caption> Partai Konservatif meraih suara mayoritas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150508_dunia_pemilu_inggris" platform="highweb"/></link> dalam pemilu Kamis (07/05).

Adam Tyson, dosen politik Asia Tenggara, Universitas Leeds, mengatakan pemilu di Inggris tidak seperti 'pesta demokrasi di Indonesia."

adam tyson
Keterangan gambar, Adam Tyson mengatakan suasana di Leeds terasa sepi pada saat pemilu.

"<link type="page"><caption> Atmosfir pemilu di Inggris sepi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150507_pemilu_inggris" platform="highweb"/></link>, tidak seperti di Indonesia. Pada pemilu tahun lalu, misalnya, banyak orang menaruh harapan (pada calon presiden)," kata Adam.

Ia mengatakan banyak mahasiswa di kampusnya mengirim suara lewat pos dan akibatnya suasana 'terasa sepi' di tempat pemungutan suara pada hari pemilu lalu.

Tak banyak ruang untuk perubahan

"Di sini tak terasa pesta demokrasi seperti di Indonesia...mungkin karena kerutinan politik dan juga adanya kepuasan dalam proses demokrasi yang sudah mapan di Inggris."

maudy

Sumber gambar, MAUDY AYUNDA

Keterangan gambar, Maudy (tengah) bersama rekan-rekannya dari St Hilda's College, Oxford.

"Semangat politik di Indonesia masih tinggi dengan besarnya proporsi anak muda atau bahkan pemilih pemula serta kenangan atas sulitnya masa transisi ke demokrasi pada 1998," kata Adam.

Sementara itu mahasiswi Indonesia yang mengambil mata kuliah Philosophy, Politics and Economics (PPE), Universitas Oxford, <link type="page"><caption> Maudy Ayunda menyatakan hal yang sama</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10155536225610434" platform="highweb"/></link>.

"Kalau di Indonesia terasa sekali (suasana pemilu). Waktu tahun lalu misalnya dengan calon presiden Jokowi, dan orang banyak berharap....Namun di sini mungkin tak banyak ruang untuk perubahan...Jadi harapan (orang) mungkin sama saja."

Universitas Oxford adalah institusi pertama yang menawarkan PPE dengan lulusan politisi dunia dan juga Inggris termasuk PM David Cameron dan juga mantan pemimpin oposisi Partai Buruh, Ed Miliband dan PM Australia, Tony Abbott.