Makanan Indonesia di kelas bisnis Garuda Indonesia

Santapan Garuda Indonesia
Keterangan gambar, Garuda Indonesia menawarkan 'sentuhan Indonesia' sebagai santapan kelas bisnis dan utama.

Garuda Indonesia mulai memperkenalkan makanan khas Indonesia untuk kelas bisnis dan utama penerbangan London-Amsterdam-Jakarta.

Saat membuka acara di Gedung KBRI London, Kamis (07/05) malam, Duta Besar Hamzah Thayeb mengatakan bahwa 'suasana Indonesia' akan terasa di dalam pesawat.

Puluhan undangan juga mendapat kesempatan untuk menikmati berbagai makanan Indonesia, antara lain sop buntut dan rendang padang.

Di salah satu meja ditampilkan pilihan menu lengkap yang bisa dinikmati penumpang kelas bisnis dan utama. Salah satu jajanan yang dicoba para undangan adalah campuran unik kerupuk dan caviar.

"Namanya Garuda Indonesia, jadi begitu masuk ke dalam ada suasana Indonesia dan bukan hanya itu saja, juga makanan Indonesia," jelas Duta Besar Hamzah Thayeb.

Jajanan
Keterangan gambar, Jajanan yang ditawarkan campuran kerupuk dengan caviar.
Koki Reno Malano
Keterangan gambar, Koki Reno Malano menjelaskan pilihan makanan di kelas bisnis dan utama.

Salah seorang chef-on-board, atau koki di dalam pesawat, Reno Malano -yang didatangkan dari Jakarta- mengatakan akan ada koki yang khusus melayani para penumpang kelas bisnis dan utama untuk berbagai jenis makanan, baik itu makanan Jepang, Eropa, dan makanan Indonesia.

"Untuk Indonesia yang ingin ditampilkan adalah rempah-rempah, dengan menu rendang dan soto ayam. Penumpang bisa merasakan kekayaan rempah-rempah Indonesia," jelasnya kepada Liston Siregar dari BBC Indonesia.

Garuda Indonesia
Keterangan gambar, Garuda Indonesia menyasar para wisatawan dan pengusaha Inggris.

<link type="page"><caption> Garuda Indonesia terbang lima kali seminggu untuk rute London-Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/08/140819_bisnis_garuda_london" platform="highweb"/></link> dengan transit di Amsterdam, Belanda, menggunakan pesawat Boeing 777-300ER.

"Pasar yang kita tuju ada dua, pertama adalah para wisatawan yang ingin berlibur ke Indonesia. Yang kedua adalah para pengusaha, mengingat London sebagai salah satu pusat keuangan," tutur Jubi Prasetyo, Kepala Perwakilan Garuda Indonesia di London.

Jubi menambahkan saat ini sedang dilakukan studi untuk memulai jalur penerbangan langsung London-Jakarta, tanpa harus transit di Amsterdam lagi.