#TrenSosial: Remaja pengkritik Lee Kuan Yew dapat simpati setelah ditampar

Sumber gambar, AFP
Seorang remaja Singapura yang diadili karena membandingkan mantan PM Lee Kuan Yew dengan Yesus di YouTube mendapat simpati setelah ditampar orang tak dikenal.
Amos Yee, 16, ditahan untuk kedua kalinya Kamis (30/04), karena mengkritik mendiang Lee Kuan Yew, namun kisah Yee semakin ramai setelah ia ditampar oleh seorang yang tidak dikenal.
Yee menjadi perdebatan hangat di media sosial Singapura dalam dua hari terakhir ini. Sebagian pengguna media sosial banyak yang bersimpati setelah ia ditampar pria tak dikenal itu.
Melalui Twitter, Amos Yee dikicaukan lebih dari 3.400 kali sampai Jumat sore (01/05).
<link type="page"><caption> Yee menghadapi tiga dakwaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150331_singapura_amos_dakwa" platform="highweb"/></link> termasuk tindakan yang melukai umat beragama setelah ia mengkritik Lee dan umat Kristiani dalam video YouTube selama delapan menit.
Dalam videonya -menurut AFP- Yee membandingkan Lee dengan Yesus dengan mengatakan, "mereka sama-sama haus kekuasaan dan dengki namun mengelabui yang lain sehingga berpendapat mereka pengasih dan baik hati."
Menuai simpati setelah ditampar
Pada mulanya Yee ditahan di penjara Changi selama lima hari dua minggu lalu namun keluar pada tanggal 21 April dengan larangan pengadilan untuk tidak boleh memposting di media sosial selama kasus ini masih berjalan.

Sumber gambar, Getty
Tetapi Yee melangar perintah pengadilan dengan menerbitkan dua blog hari Kamis.
Vincent Law, seorang konsultan remaja Kristiani yang membayar uang tebusan untuk remaja ini, menarik bantuannya Kamis (30/04) menyusul perkembangan terakhir ini.
Video Yee yang dia beri judul, "Lee Kuan Yew akhirnya meninggal," diterbitkan tidak lama setelah kematin Lee pada tanggal 23 Maret dan Yee ditahan pada tanggal 29 Maret, hari pemakaman kenegaraan Lee.

Sumber gambar, AFP
Kasus ini semakin ramai setelah seorang pria setengah baya menampar Yee di depan para wartawan saat ia memasuki gedung pengadilan Kamis (30/04).
Pria ini melarikan diri sambil berteriak kepada Yee, "Tuntut saya."
Menanggapi video yang diterbitkan di Facebook surat kabar Today, akun atas nama James Tan menulis, "Apapun kesalahan Amos, pria itu tak berhak menamparnya. Semoga polisi dapat menindak lanjuti kasus ini."
Sementara Guanster Guan mengatakan, "Memalukan, pria yang menampar Amos. Anda lebih buruk dibandingkan orang barbar lain di dunia..tidak perlu menuntut Anda...Anda akan dihukum oleh yang di atas."
Melalui Twitter, akun atas nama Noah Yap 叶荣耀 @TrulyNoah menulis,"Apakah ini jadi berlebihan? Amos Yee bisa kita marahi lewat media sosial namun menamparnya? Itu tindakan rendah lain."
Bila dinyatakan bersalah, Yee menghadapi hukuman penjara maksimal tiga tahun, denda atau keduanya dengan dakwaan melukai perasaan umat beragama. Ia juga menghadapi dakwaan pelecehan dan menyebarkan konten cabul.












