Taiwan ditolak AIIB karena urusan 'nama'

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Cina mengatakan Taiwan tidak akan menjadi anggota bank regional baru, tapi akan disambut dengan baik di masa depan jika menggunakan nama baru.
Cina memimpin pendirian <link type="page"><caption> Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB)</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150327_indonesia_jepang_cina" platform="highweb"/></link>, sebuah proyek yang ditentang Amerika Serikat.
Taiwan, yang terpisah dari Cina pada tahun 1949, ingin bergabung dengan bank itu sebagai sebuah negara independen.
Namun Cina menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan diduga akan menolak langkah apa pun yang menyebutkan hal yang berbeda.
Pemerintah Taiwan dilaporkan mengatakan akan terus mendesak agar diikutsertakan. Bank itu dibentuk pada bulan Oktober dengan 21 anggota.
Keadilan dan kesetaraan
Ma Xiaoguang, juru bicara untuk Kantor Urusan Dewan Negara Taiwan, mengkonfirmasikan laporan baru-baru ini bahwa Taiwan tidak akan jadi anggota.
Ia mengatakan bank itu "terbuka dan inklusif dan menyambut baik Taiwan untuk bergabung dengan menggunakan nama yang benar, dan menambahkan bahwa mereka akan "terbuka bagi saran-saran dari semua pihak".
Laporan dari Kantor Berita Pusat Taiwan yang mengutip seorang juru bicara dari badan eksekutif pemerintah Taiwan mengatakan bahwa Taiwan harus bergabung dengan AIIB "berdasarkan prinsip keadilan dan kesetaraan".
Juru bicara parlemen Taiwan Wang Jin-pyng mengatakan bahwa Taiwan akan berusaha menjadi anggota biasa bank itu, bukan anggota pendiri.
Ia menambahkan bahwa pemerintahnya tidak akan menerima nama apa pun kecuali "Cina Taipei" - nama yang dipakai oleh Komite Olimpiade Internasional.











