Harga minyak kemungkinan berbalik naik

Sumber gambar, Reuters
Harga minyak bergolak pada hari Senin (2 Februari) sementara para penanam modal berspekulasi bahwa penurunan harga minyak mentah kemungkinan sudah berakhir.
Minyak mentah <link type="page"><caption> Brent naik 1,3% pada tingkat US$53,65 per barel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150116_bbm_turun_jokowi" platform="highweb"/></link>, bahkan sempat mencapai harga US$55.
Sementara minyak AS naik 1,7% menjadi US$48,52 per barel.
Hal ini terjadi setelah dikeluarkannya data yang menunjukkan permintaan Amerika Serikat bagi penyewaan alat pembor minyak melambat.
Ini mengisyaratkan bahwa para produser bersiap-siap mengurangi produksi.
Sementara itu, perusahaan raksasa AS ExxonMobil melaporkan penurunan 21% dari pemasukan kuartal terkait pengurangan produksi minyak dan gas.
Pada hari Jumat (30 Januari) data menunjukkan lebih 90 pembor AS tidak dipakai.
Ini adalah penurunan terbesar dalam satu hari sejak pertengahan tahun 1980-an.
"Ada banyak pihak yang sedang menunggu kesempatan membeli," kata Bjarne Schieldrop, analis komoditi SEB.












