#TrenSosial: Masalah sampah, siapa yang salah?

Pemerintah "tidak hadir" dalam masalah pengelolaan sampah di Indonesia, sehingga masyarakat frustasi dan harus membuat sistem mandiri, kata Greeneration Indonesia.

Pendiri Greeneration, Muhammad Bijaksana Junerosano, mengatakan sampai saat ini belum ada keberpihakan dari negara sehingga tata kelola lingkungan kacau.

"Ketika pemerintah tidak hadir, masyarakat meresponnya dengan dua hal. Pertama, ada frustrasi," kata Sano, yang telah aktif mengangkat isu sampah sejak 2005.

Dia mencontohkan spanduk-spanduk larangan buang sampah yang ditulis warga di jalan-jalan. Salah satu yang Sano temui bahkan bertulis, "Cabutlah nyawa orang yang membuang sampah di wilayah ini."

"Respon kedua adalah respon optimistis dengan beraksi mengelola sampah berbasis masyarakat," katanya.

Ada lima aspek yang dibutuhkan dalam pengelolaan sampah, yaitu peraturan, kelembagaan, pembiayaan, teknis operasional, dan peran serta masyarakat.

Namun Greeneration menganggap pemerintah saat ini masih mengurus dua aspek terakhir, sementara soal penegakan hukum dan pembiayaan masih belum serius.

Mulai dari diri sendiri

Sebagian pembaca BBC Indonesia juga mengakui sampah jadi masalah yang sulit diselesaikan. Pemerintah absen dan masyarakat pun kurang tertib.

Melalui Facebook BBC Indonesia, Ika Budiarti Dastin menulis, "Saya perhatikan sekarang sudah banyak tempat sampah yang dibedakan berdasarkan warnanya. Tetapi kebanyakan orang tidak peduli ketika mereka buang sampah, asal buang saja."

"Orang Indonesia kan kreatif, buangnya di parit, di selokan atau di sungai. Nyatanya dibiarkan saja, mau mengenakan denda, personil pelaksananya gak ada," kata Ardus Diponolo.

Adapun Alo Louis mengatakan, "butuh sosialisasi terus menerus, sampai pada kesadaran untuk buang sampah pada tempatnya."

Juga dari Facebook BBC, Yudha Budisantosa, mengatakan baru merasa "ngeri" dengan persoalan sampah sejak dia bertugas di kantor kebersihan.

"Maka saya bertekad memulainya dari rumah tangga sendiri, memilah dan mengolah sampah serta mengumpulkan sampah untuk disetor ke bank sampah. Ternyata sampah kami sisa sekitar 30 sampai 40 persen saja yang harus dibuang," ceritanya.

Ingin aktif mengolah sampah seperti Yudha? Berikut tips-tips yang diberikan oleh Waste4Change untuk Anda yang ingin bijak mengelola sampah dari sekarang: