Peretas komputer Madonna ditangkap

Madonna

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Madonna meluncurkan album barunya Rebel Heart lebih cepat sebulan dari rencana awal.

Seorang pria Israel ditangkap dengan tuduhan meretas komputer bintang pop Madonna dan menjual lagu-lagu yang belum dirilis lewat internet.

Kepolisian Israel mengatakan pria yang ditangkap Rabu 21 Januari itu diduga mencuri karya-karya dari beberapa bintang dunia lainnya, walau nama-namanya tidak disebutkan.

Namun seorang pihak penyidik swasta yang terkait dengan kasus itu mengukuhkan bahwa Madonna termasuk di dalamnya.

Madonna merilis dengan buru-buru sejumlah lagu baru bulan lalu setelah nomor demo dan yang belum dimix dari album barunya Rebel Heart muncul di internet.

Dia mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai 'bentuk terorisme'.

Madonna

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Madonna menyebut aksi peretas itu sebagai bentuk terorisme.

Manajer Madonna, Guy Oseary, mengatakan 'tindakan yang merusak itu' mendorong rilis yang mengejutkan untuk enam lagu dari Rebel Heart pada Bulan Desember, atau sebulan lebih cepat dari rencana awal.

"Penyidik kami menemukan komputernya, di rumah dan di studio, dimasuki oleh komputer lain di Israel," tutur Oseary kepada kantor berita Reuters.

"Kamu menelusuri komputer itu dan menemukan pria di bekakangnya. Setelah mengumpulkan cukup bukti, kami melaporkan ke polisi dan dia ditangkap hari ini."

Polisi tidak mengumumkan nama pria berusia 39 tahun itu namun laporan-laporan setempat mengidentifikasinya sebagai mantan peserta dalam salah satu acara pencarian bakat di TV Israel.