Dakwaan untuk seniman vagina Jepang

Megumi Igarashi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Megumi Igarashi menghimpun dana untuk membuat perahu berbentuk vagina,

Seorang seniman perempuan Jepang yang membuat karya seni yang didasarkan pada vaginanya sendiri sudah didakwa dengan 'kecabulan'.

Megumi Igarashi dituduh memamerkan 'karya cabul' di sebuah toko peralatan seks di Tokyo dan mengirim data 3D dari vaginanya ke sejumlah orang.

Seniman berusia 42 tahun itu ditangkap awal Desember dan sampai saat ini masih berada di dalam tahanan. Pihak berwenang mengatakan penahanan dilakukan karena kekhawatiran dia berupaya menghilangkan bukti-bukti.

<link type="page"><caption> Dia pertama kali ditangkap pertengahan Juli</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/07/140716_seni_vagina_jepang" platform="highweb"/></link> namun kemudian dibebaskan setelah munculnya gugatan hukum dan tekanan masyarakat umum atas kasus tersebut.

Namun dia sudah didakwa resmi, Rabu 24 Desember, seperti dilaporkan koran Asahi Shimbun.

Igarashi, yang juga menggunakan nama Rokudenashi-ko yang artinya 'bukan perempuan baik', sudah menegaskan dia tidak bersalah.

Megumi Igarashi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Igarashi juga sudah mengeluarkan peryataan yang membantah karyanya bukan cabul.

"Karya saya sepenuhnya mengundang tawa yang bersahabat karena melibatkan alat kelamin yang dihias dengan elok. Karya itu bukan cabul," seperti tertulis dalam pernyataannya.

Undang-undang Kecabulan di Jepang melarang penggambaran alat kelamin, yang dikaburkan jika disiarkan atau diterbitkan di media.

Jika bersalah, dia diancam dengan hukuman penjara sampai dua tahun atau didenda maksimal 2,5 uta yen atau sekitar Rp200 juta.

Igarashi menjadi berita internasional pada bulan Juli ketika dia ditangkap setelah mencoba menghimpun dana di inernet untuk membuat perahu berbentuk vagina dengan menggunakan mesin pencetak 3D.