Khasiat vaksin Ebola di Afrika menjanjikan

Vaksinasi Ebola
Keterangan gambar, Virus ini menular melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi

Menurut laporan dalam jurnal medis Lancet, uji coba pertama vaksinasi Ebola di Afrika menunjukkan hasil awal yang menjanjikan.

Para peneliti dari <italic>National Institutes of Health</italic> telah menguji vaksin eksperimental ini pada orang dewasa yang sehat di Uganda. Sebelumnya <link type="page"><caption> uji coba dilakukan di Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141127_vaksin_ebola" platform="highweb"/></link>.

Ketua tim peneliti, Dr Julie Ledgerwood, mengatakan: "Ini adalah studi pertama yang menunjukkan respons kekebalan tubuh dan keamanan sebuah vaksin eksperimental Ebola dalam populasi orang-orang Afrika."

"Hal ini sangat menggembirakan karena orang-orang yang berisiko besar terkena Ebola adalah mereka yang hidup di Afrika karena perlindungan vaksin terhadap penyakit-penyakit lainnya di Afrika terlihat menurun."

Menurut penelitian yang dilakukan terhadap 57% orang-orang di Uganda yang menerima vaksin Ebola, mereka mengembangkan sejumlah <link type="page"><caption> antibodi untuk melawan Ebola dalam darah mereka</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141216_kesehatan_serum_ebola" platform="highweb"/></link>.

Namun pengujian lebih lanjut dibutuhkan untuk melihat apakah antibodi itu cukup kuat dan tahan lama dalam memberikan perlindungan yang memadai untuk melawan penyakit.

Virus Ebola telah menewaskan lebih dari 6.900 orang di sejumlah negara yang terkena dampak paling parah seperti Sierra Leone, Liberia dan Guinea.

Meski sedang dilakukan <link type="page"><caption> beberapa pengujian</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141024_sejuta_vaksin_ebola" platform="highweb"/></link>, namun belum ada vaksin yang terbukti keampuhannya untuk mencegah sejumlah orang terkena penyakit ini.