Militer Thailand memberi senjata ke sukarelawan

Militer Thailand

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pemerintah pimpinan militer bertekad mengakhiri konflik di Thailand selatan dalam waktu satu tahun.

Militer Thailand mengatakan sudah membagikan 2.700 senapan laras panjang kepada para sukarelawan untuk membantu menghadapi kelompok pemberontak di kawasan selatan negara itu.

Senjata itu dibagikan dalam waktu dua bulan belakangan ini kepada sukarelawan yang sudah mendapat pelatihan militer, seperti dilaporkan wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head.

Namun langkah tersebut dikecam oleh sejumlah organisasi hak asasi manusia karena dianggap akan meningkatkan konflik di Thailand selatan yang sudah menewaskan sekitar 6.000 orang dalam waktu sepuluh tahun belakangan.

<link type="page"><caption> Pemerintah Thailand pimpnan Perdana Menteri Jenderal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140821_thailand_perdana_menteri" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Prayuth Chan-ocha</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140821_thailand_perdana_menteri" platform="highweb"/></link> sudah bertekad untuk mengakhiri konflik di sana namun tidak jelas bagaimana cara mencapainya.

Tekad untuk mengatasi pemberontakan di Thailand selatan itu juga pernah diungkapkan oleh pemerintahan sebelumnya namun tidak membuahkan hasil.

Para pengkritik mengatakan cara membagikan senjata kepada para sukarelawan sudah pernah juga dilakukan dan banyak senjata yang direbut oleh pemberontak. Dalam beberapa kasus, dilaporkan ada sukarelawan yang melepas tembakan ke arah warga sipil yang tidak bersenjata.

Militer Thailand

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tahun lalu sekitar 60.000 pasukan dikerahkan ke wilayah Thailand Selatan.

Dan sejauh ini belum ada para sukarelawan yang diminta pertanggungjawaban atas penyalahgunaan senjata, yang menurut wartawan kami, justru bisa meningkatkan pemberontakan.

Bangkok sebelumnya pernah mengerahkan <link type="page"><caption> 60.000 pasukan tambahan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130910_pendidikan_thailand_bom" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> ke Provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130910_pendidikan_thailand_bom" platform="highweb"/></link> di selatan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.