Mahasiswa miskin 'rentan' putus kuliah

Mahasiswa
Keterangan gambar, Pemerintah Inggris berjanji akan memberikan dukungan kepada mahasiswa.

Mahasiswa dari keluarga miskin lebih mungkin putus kuliah dan lebih kecil kemungkinan mendapat gelar sarjana yang bonafide dibanding mereka yang berasal dari keluarga kaya.

Demikian hasil penelitian Institut Studi Fiskal di Inggris.

Laporan hasil penelitian menunjukkan jenjang antara mahasiswa dari keluarga miskin dan kaya tetap ada meskipun mahasiswa keluarga miskin mulai mengambil jurusan dengan bekal nilai yang setingkat dengan mahasiswa kaya.

Secara umum, kata para peneliti, mahasiswa dari latar belakang keluarga yang kurang beruntung 8,5% lebih mungkin putus kuliah dalam tempo dua tahun sejak masuk perguruan tinggi dibanding mereka dari keluarga kaya.

Laporan disusun dengan menggunakan data mahasiswa Inggris yang memulai kuliah di perguruan tinggi di negeri ini antara 2004-2005 dan 2008-2009. Jumlahnya secara keseluruhan mencapai satu juta mahasiswa.

Atas hasil penelitian ini, para pejabat pendidikan Inggris mengatakan pihak berwenang bekerja keras untuk memastikan semua mahasiswa mendapat dukungan yang diperlukan.

Institut Studi Fiskal baru-baru ini juga mengeluarkan laporan tentang <link type="page"><caption> kaitan antara tamatan sekolah swasta dengan gaji</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/10/141030_pendidikan_gaji" platform="highweb"/></link> yang diterima lulusan perguruan tinggi.