Kesetaraan gender global meningkat

Perempuan di India
Keterangan gambar, Tingkat partisipasi perempuan dalam bidang politik dan lapangan kerja meningkat.

Partisipasi perempuan di dunia politik dan di lapangan kerja semakin mengecil dalam waktu 10 tahun belakangan, seperti terungkap dalam survei Forum Ekonomi Dunia, WEF.

Survei tahunan WEF memperlihatkan 'menyebarnya perubahan' di banyak negara, termasuk 105 negara yang menjadi lebih seimbang partisipasi perempuan dan laki-laki sejak tahun 2005.

Islandia kembali berada di peringkat pertama, posisi yang dipegang sejak tahun 2005, sementara Yaman paling bawah.

WEF mendasarkan suveinya pada faktor ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan partisipasi politik di 142 negara.

Salah satu alasan bagi keberhasilan Islandia adalah penduduknya yang relatif sedikit sementara Yaman berjuang dengan tingginya tingkat kematian dan tingginya kalangan perempuan berusia enam hingga 14 tahun yang tidak masuk sekolah.

Hanya enam negara, yaitu Sri Lanka, Mali, Kroasia, Masedonia, Yordania, dan Tunisia- yang mengalami melebarnya jurang antara wanita dan pria sejak tahun 2005.

Negara-negara di kawasan Skandinavia umumnya berada di peringkat atas, dengan Finlandia, Norwegia, Swedia berada di lima besar mendampingi Islandia.

Tabel perempuan di parlemen

Sumber gambar, BBC World Service

Inggris Raya turun delapan peringkat ke nomor 26 dan Rwanda untuk pertama kali meningkat dan berada di peringat tujuh, menjadi yang tertinggi di kalangan negara-negara Afrika.

Perubahan dalam pendapatan perempuan menjadi salah penyebab turunnya peringkat Inggris karena resesi mendorong jurang gaji di Inggris Raya melebar.

Amerika Serikat naik tiga tingkat ke peringkat 20 karena jurang pendapatan yang mengecil dan persentase perempuan di politik dan di tingkat menteri meningkat.

Tabel perempuan di menteri

Sumber gambar, BBC World Service

Penulis laporan WEF, Saadia Zahidi, menjelaskan keberhasilan Rwanda karena hampir sama banyak jumlah perempuan dan laki-laki yang bekerja, termasuk di tingkat menteri.

Jadi tampaknya tidak ada kaitannya dengan layanan kesehatan dan pendidikan.

Di Asia, Filipina merupakan negara tertinggi di kalangan Asia namun turun peringkat dari lima ke sembilan.

Sementara India -secara umum- turun sampai 13 peringkat dengan berada pada posisi 114 tahun ini, yang merupakan terendah dibanding negara-negara anggota perekonomian BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan)

Namun secara politik, India berada di peringkat 15, jauh lebih tinggi dari Amerika Serikat pada posisi 54 dan Inggris Raya di urutan 33.

Menurut WEF hal tersebut dilakukan karena India memiliki banyak perempuan yang terlibat dalam dunia politik, termasuk pemimpin senior seperti Sonia Gandhi.

Di seluruh dunia, sebagian besar kemajuan dalam kesetaraan jenis kelamin, didorong oleh lebih banyaknya perempuan yang memasuki panggung politik dan angkatan kerja.

"Sementara lebih banyak perempuan dan pria yang masuk lapangan kerja dalam satu dekade terakhir, di 49 negara lebih banyak perempuan dibanding pria yang masuk lapangan kerja," tutur Saadia Zahidi.

"Dan dalam dunia politik, secara global kini terdapat 26% lebih banyak perempuan di parlemen dan 50% lebih banyak perempuan menjadi menteri dibanding 10 tahun lalu. Perubahan ini menyebar dalam ekonomi dan budaya nasional.