Presiden Katalunia keluarkan dekrit referendum

Sumber gambar, AP
Presiden kawasan Katalunia, Spanyol, menandatangani dekrit yang meminta dilakukannya referendum untuk menentukan apakah menjadi negara merdeka atau tetap bagian dari Spanyol.
Presiden Artur Mas menginginkan agar Katalunia melangsungkan referendum seperti yang dilakukan <link type="page"><caption> Skotlandia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140919_referendum_bbc" platform="highweb"/></link> tanggal 9 November nanti, namun pemerintah pusat di Madrid tidak memberikan dukungan.
PM Spanyol Mariano Rajoy sudah mengatakan akan menolak segala bentuk referendum. I pernah mengatakan, referendum seperti yang dilakukan di Skotlandia, merupakan <link type="page"><caption> "torpedo" bagi integrasi Eropa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/09/140917_spanyol_referendum_skotlandia" platform="highweb"/></link>.
Katalunia, dengan kota terbesarnya Barcelona, adalah salah satu daerah paling makmur dengan industri yang berkembang pesat, serta yang paling berorientasi pada kemerdekaan.
Pada tanggal 19 September, para anggota parlemen Katalalunia melakukan pemungutan suara yang hasilnya 106-28 untuk menyelenggarakan referendum, yang di sana disebut "konsultasi."
Tetapi PM Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, referendum apapun merupakan hal yang ilegal.
Ia diagendakan menggelar pertemuan khusus kabinet awal pekan depan, dan kemungkinan akan membawa maslaah ini ke Mahkamah Konstitusi.
Sebaliknya presiden Katalunia Artur Mas menegaskan, ia bisa menggunakan perundangan lokal untuk menggelar referendum hanya dalam beberapa pekan.









