Burger King beli restoran Kanada

Sumber gambar, AP
Burger King (BK) mengonfirmasi rencana pembelian Tim Hortons, jaringan restoran kopi dan donat asal Kanada, dengan harga sekitar US$11 miliar (Rp128 triliun).
Kesepakatan itu akan menjadikan BK sebagai jaringan makanan cepat saji terbesar ketiga di dunia dengan 18.000 restoran yang tersebar di 100 negara.
Perusahaan gabungan tersebut akan memiliki modal sekitar US$18 miliar dan penjualan tahunan di kawasan tersebut sebesar US$23 miliar.
Pemegang saham mayoritas <link type="page"><caption> Burger King</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/09/100903_burgerking.shtml" platform="highweb"/></link>, Capital 3G, akan memiliki sekitar 51% saham dari perusahaan gabungan tersebut.
Menurut kesepakatan yang telah disetujui oleh dewan direksi kedua perusahaan, pemegang saham Tim Hortons akan menerima US$59,74 (Rp700.332) dalam bentuk tunai dan 0,8025 bagian dari perusahaan gabungan tersebut untuk setiap lembar saham yang mereka miliki, ungkap perusahaan dalam sebuah pernyataan bersama.
Perusahaan investasi Warren Buffet, Berkshire Hathaway, akan menyumbang US$3 miliar "untuk pembiayaan ekuitas", tetapi tidak akan memiliki kekuasaan manajerial dalam bisnis, jelas perusahaan.
Meskipun saham Burger King ditutup dengan peningkatan 19,5% pada Senin (25/08) setelah terkuaknya rencana merger kedua perusahaan, namun saham turun 4,32% pada Selasa (26/08).





