Tangan palsu pilot lepas saat akan mendarat

Pesawat mendarat dengan keras, tapi tak ada yang terluka

Sumber gambar, David Jones PA Wire

Keterangan gambar, Pesawat mendarat dengan keras, tapi tak ada yang terluka

Pilot sebuah pesawat penumpang sempat kehilangan kontrol saat tangan palsunya terlepas, namun bisa mendaratkan pesawatnya.

Pesawat milik maskapai Flybe, terbang dari Birmingham mengangkut 47 penumpang menuju bandara Belfast City pada 12 Februari lalu.

Pesawat mendarat dengan keras, namun tak ada yang terluka, dan pesawat tak mengalami kerusakan.

Flybe dalam pernyataannya menyebut, pilot itu adalah "salah satu yang paling berpengalaman dan terpercaya," dan keselamatan penumpang dan awak sangat diutamakan.

Terpental

Sesaat sebelum mendaratkan pesawat Dash 8, pilot berusia 46 tahun itu memeriksa terlebih dahulu untuk memastikan bahwa lengan kirinya yang merupakan lengan palsu, terpasang dengan baik pada penjepit yang ia gunakan untuk menerbangkan pesawat.

Laporan badan penyelidik kecelakaan udara (AAIB) menyebut, kapten pilot telah mematikan sistem autopilot dan menerbangkan pesawat secara manual.

Namun, karena ia membuat suatu manuver - yang merupakan tahapan pendaratan sesaat sebelum menyentuh landasan - tangan palsunya terlepas dari penjepitnya, membuatnya tak bisa mengendalikan peawat dengan lengan itu.

Pilot sempat berpikir untuk mengalihkan pendaratan kepada kopilot, namun waktunya sudah terlalu mepet, dan situasinya membuat ia mengambil langkah darurat dengan memindahkan tangan kanannya dari tuas listrik ke klep untuk bisa mengendalikan pendaratan.

"Dia berhasil, tapi karena kecepatan kemungkinan belum cukup rendah, pesawat sempat terpental dan pendaratannya berlangsung cukup keras," sebut laporan itu.

Uji keamanan

Menurut sang pilot, lain kali ia akan lebih teliti memeriksa sambungan tangan palsunya.

Ia mengatakan pula akan berbicara dengan ko-pilotnya untuk membuatnya selalu siap mengambil alih kendali pesawat jika ada kejadian serupa di kemudian hari.

Kapten Ian Baston, direktur operasi penerbangan dan keselamatan Flybe mengatakan, di perusahaannya berlaku kesetaraan peluang kerja, dan "seperti kebanyakan maskapai, kami mempekerjakan staff yang memiliki cacat fisik."

Betapapun, "keamanan penumpang dan awak tetaplah prioritas kami nomor satu."