Manajer tidak mengambil sisa cuti

liburan

Sumber gambar, thinkstock

Keterangan gambar, Ketika berlibur, 63% responden memeriksa email setiap satu atau dua jam.

Dua dari lima manajer tidak menggunakan semua jatah cutinya tahun lalu sehingga memicu kekhawatiran di dunia bisnis, demikian isyarat yang disampaikan sebuah penelitian.

Institut Kepemimpinan dan Manajemen menyatakan perusahaan harus memastikan semua stafnya mengambil hak cuti tahunan.

Satu dari 20 manajer mengatakan mereka kehilangan satu minggu atau lebih dari cuti tahunannya tahun lalu.

Lembaga yang bermarkas di Inggris ini menanyakan 1.000 manajer tentang kebiasaan berlibur.

"Liburan sangat penting agar para karyawan tetap bahagia dan sehat," kata Charles Elvin, pimpinan institut tersebut.

"Pegawai yang kembali dari cuti menjadi lebih segar, santai dan bersemangat kembali yang pada akhirnya baik bagi bisnis, jadi ini merupakan prioritas utama atasan untuk memastikan anak buahnya menggunakannya, bukan kehilangan cuti."

Penelitian lain mengisyaratkan, bahkan saat liburan, banyak orang tetap menjalankan bisnis atau mengerjakan tugas-tugas kantor.

Sebuah survei yang dilakukan Forbes Insights mengisyaratkan ketika berlibur, 63% memeriksa email setiap satu atau dua jam, dan hanya 3% yang tidak pernah mengirim atau menerima email.