Seruan menolak larangan rokok elektronik

Sumber gambar, pa
Lebih dari 50 orang peneliti dan ahli kesehatan masyarakat mendesak Organisasi Kesehatan Dunia WHO untuk "menolak desakan untuk mengontrol dan melarang rokok elektronik".
Surat tersebut mengatakan alat - yang memberikan nikotin dalam uap - dapat menjadi sebuah "inovasi kesehatan yang penting".
Tetapi bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan potensi kesehatannya.
WHO mengatakan masih merumuskan rekomendasi apa yang akan diberikan kepada pemerintah di negara-negara dunia.
Surat terbuka digalang ditengah proses negosiasi internasional mengenai kebijakan tembakau pada tahun ini.
Tidak bebas risiko
Pendukung rokok elektronik, yang berpendapat bahwa produk ini memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan merokok, tetapi kekhawatiran yang muncul adalah berkurangnya pasar dan adanya larangan beriklan.
Surat tersebut ditandatangani oleh 53 peneliti - termasuk para ahli kebijakan kesehatan masyarkat dan ahli seperti Prof Robert West, yang mempublikasikan riset pekan lalu, menyatakan bahwa rokok elektronik tampaknya membantu orang untuk berhenti merokok dibandingkan dengan metode konvensional.
<link type="page"><caption> Pertumbuhan pasar rokok elektronik meningkat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/02/130211_iptek_rokoklistrik.shtml" platform="highweb"/></link>, tetapi Departemen Kesehatan mengatakan alat itu tidak sama sekali bebas risiko.
Para pengkritik menyebutkan tak cukup untuk mengetahui dampak kesehatan jangka panjangnya. Sebuah laporan terbaru Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan rokok elektronik membutuhkan "regulasi yang tepat, pengawasan yang hati-hati dan manajemen risiko" jika manfaat mereka dimaksimalkan.









